Cita Rasa Otentik Es Buah Legendaris Pak Lantip

PERSIAPKAN: Sulastri saat menghidangkan Es Buah untuk pelanggan di kedainya, Kamis (2/2/23). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

RASA dahaga di tengah teriknya matahari siang Kota Yogyakarta, langsung bisa terobati jika menikmati es buah legendaris yang satu ini. Es buah Gerjen Pak Lantip, yang sudah eksis sejak tahun 1985.

Gerobak itu berwarna putih cokelat, terletak di pinggir Jl. Nyai Ahmad Dahlan dan sangat dekat dengan perempatan Gapura Plengkung Ngasem yang masuk ke dalam Kota padatnya Yogyakarta. Kedai Es itu terletak sekitar 200 meter ke arah utara Gapura Plengkung Ngasem.

Untuk menikmati es buah legendaris itu, pelanggan bisa duduk di bangku plastik tepi jalan dengan atap terpal. Namun, jika ingin menyantap bersama keluarga di rumah, pembeli  boleh membungkus untuk dibawa  pulang.

Tentu saja, Es buah Pak Lantip ini juga bisa menjadi jujugan wisata kuliner di Kota Yogyakarta. Pasalnya selain memang legendaris, cita rasa dari es buah ini konsisten sejak awal berjualan hingga sekarang. Hal tersebut diceritakan langsung oleh Sulastri, istri dari mendiang Pak Lantip.

“Kebanyakan yang datang ke sini itu bilang rasanya konsisten sejak saya masih jualan sama Bapak,” kata Sulastri saat ditemui di kedai esnya, kemarin

Tak heran jika pelanggan yang datang adalah pelanggan yang sudah berlangganan sejak dulu. Bahkan ada pelanggan setia yang sejak kecil sudah jajan di kedai itu saat Pak Lantip masih hidup. “Ada yang sedang kecil langganan, dan sekarang sudah berkeluarga masih suka beli. Sekarang jualannya sama adik saya, Marmono,” ungkapnya.

Dalam satu hari, Sulastri dan adiknya Marmono bisa menjual minimal 100 mangkuk es buah. Bahkan ketika cuaca sedang terik-teriknya dan musim liburan bisa dua kali lipatnya. Harga untuk satu mangkuk es buah segar legendaris ini hanya dibanderol 10 ribu perak.

Untuk satu porsi mangkok es buah berisi tape, kelapa muda, cincau, alpukat, blewah, kolang-kaling, dan sawo. Uniknya, es buah pak Lantip tidak memakai es butiran-butiran es. Namun, memakai parutan es gosok di atasnya.

Tidak ketinggalan pula siraman sirop gula pasir atau sirop gula Jawa yang dituang di atas es gosok yang memenuhi mangkok. Pelanggan bisa memilih sendiri jenis gulanya sesuai kesukaan. Terakhir sedikit guyuran susu kental manis ditambahkan di atasnya sebelum es itu dinikmati.

Pelanggan es buah Pak Lantip berasal dari berbagai latar belakang usia. Mulai dari anak-anak muda sampai orang tua yang jadi pelanggan setia. Es buah Pak Lantip beroperasi tanpa hari libur. Mulai dari Senin sampai Minggu pukul 10.00 sampai 16.30 WIB. “Tapi ketika pelanggan sedang ramai, kadang bisa habis pukul tiga sore,” tutupnya. (cr5/abd)