SEMARANG, Joglo Jateng – Pohon Trembesi berusia 50 tahun di SMA N 1 Semarang tumbang, Jumat (3/2). Pohon dengan tinggi lebih dari 12 meter ini ambruk menimpa gawang sepak bola. Setelah kejadian tersebut, pihak sekolah langsung melapor ke komite dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah. Yakni untuk meminta saran terkait penanganan selanjutnya. Terlebih, cuaca saat ini tidak menentu dan rawan angin kencang.
Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah, langsung meninjau lokasi setelah mendapat laporan dari pihak sekolah. Pihaknya bersama perwakilan dari Disdikbud Kantor Cabang Dinas 1, dan komite sekolah berdiskusi dengan Kepala Sekolah SMA N 1 Semarang, Kusno, terkait penanganan pohon tumbang tersebut.
“Saya juga mengamati sampai detail ke pohon yang tumbang itu, di mana pohon itu sudah rapuh dan sangat membahayakan. Apalagi cuacanya juga saat ini kurang bersahabat, ada angin yang cukup besar,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak boleh disepelekan. Apalagi di SMAN 1 Semarang banyak pohon-pohon tinggi yang sudah berusia puluhan tahun. Uswatun juga langsung melaporkan kejadian ini pada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.
“Sudah menyampaikan berita tersebut kepada Bapak Gubernur tadi pagi pukul 07.40 WIB. Kemudian saran beliau segera dilakukan pemangkasan, kemudian beliau juga menegaskan segera,” terangnya.
Setelah berkoordinasi dengan orang nomor satu di Jateng ini, langkah ke depan pohon-pohon di SMAN 1 Semarang perlu dilakukan pemangkasan. Uswatun juga meminta pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk melakukan tindakan evakuasi.
“Pak Gubernur juga mengkhawatirkan keselamatan siswa. Tapi nanti kita cek lagi mana yang tidak mengkhawatirkan dan mana yang mengkhawatirkan. Karena keselamatan itu yang pertama,” tandasnya.
Wakil Kepala Bagian Humas SMAN 1 Semarang, Eko Adinuryadin mengatakan, pohon tumbang sekitar pukul 07.13 WIB, dimana kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Beruntung, pada peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Penyebab tumbangnya pohon ini diduga karena sudah lapuk dan akarnya membusuk.
“Bapak Ibu yang menyaksikan, pohon itu tiba-tiba seakan-akan akarnya ada yang ngangkat terus roboh begitu. Sepertinya sudah lapuk dan akarnya membusuk,” katanya. (luk/mg4)










