Penggunaan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Oleh: Nurmiati, S.Pd
SDN 03 Rowosari, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

KEBERHASILAN belajar yang dicapai oleh siswa merupakan suatu yang didambakan dan diharapkan. Baik oleh siswa itu sendiri maupun oleh orang tua, guru, dan masyarakat. Karena pada hakikatnya, kegiatan mengajar adalah proses yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kegiatan belajar siswa (Nurjanah, 2017).

Selamat Idulfitri 2024

Peningkatan kualitas pembelajaran adalah tuntutan profesional bagi para pendidik. Salah satu tujuannya adalah untuk pencapaian penyerapan yang maksimal oleh siswa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Sanjaya (2007:145) menyatakan, metode adalah cara untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata. Agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Sedangkan hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.

Pembelajaran tematik adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran. Sehingga memberikan pengalaman bermakna kepada sisiwa. Seorang guru harus dapat memilih metode yang cocok untuk menyampaikan suatu materi pelajaran. Sehingga dapat menghasilkan prestasi yang memuaskan bagi anak didik, seperti tujuan dalam pembelajaran.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dalam proses pembelajaran, guru perlu menggunakan metode yang bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah direncanakannya sebelumnya. Metode merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam pembelajaran. Pada dasarnya, metode mengajar merupakan cara atau teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) berfungsi untuk memberikan pengetahuan tentang lingkungan alam, mengembangkan keterampilan, wawasan, dan kesadaran teknologi dalam kaitan dengan pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari. Menurut Srini M. Iskandar (1997:15), IPA perlu diajarkan bagi anak-anak sesuai dengan struktur kognitifnya.

Majid (2014:197) berpendapat bahwa metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik. Tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mandalam. Sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Di samping itu, siswa dapat mengamati dan memperhatikan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Salah satu metode yang tepat dalam pembelajaran IPA yaitu metode demonstrasi. Karena menjadi pendekatan sains yang paling tepat digunakan untuk menyampaikan mata pelajaran IPA. Langkah-langkah dalam menggunakan metode ini adalah sebagai berikut. Pertama, tahap persiapan. Yaitu merumuskan tujuan yang akan dicapai oleh siswa setelah demonstrasi berakhir. Tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan, sikap, atau keterampilan tertentu. Guru perlu mempersiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan dan melakukan uji coba demonstrasi.

Kedua, tahap pelaksanaan. Yakni mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua dapat memperhatikan dengan jelas apa yang di demonstrasikan. Kemudian guru mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa dan mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Ketiga, tahap pelaksanaan. Meliputi memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berfikir. Misalnya melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki, menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. Kemudian meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalanya metode demonstrasi dengan memperhatikan reaksi seluruh siswa. Lalu memberikan kesempatan
kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.

Keempat, tahap mengakhiri demonstrasi adalah dengan memberikan tugas-tugas yang ada kaitanya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Selain tugas, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama
tentang jalanya proses pembelajaran demonstrasi untuk perbaikan selanjutnya. Setelah itu siswa di beri kesempatan untuk melakukan latihan-latihan keterampilan seperti yang sudah di peragakan oleh guru. (*)