Bentuk Kemasan jadi Penyebab Kelangkaan Minyakkita

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Perdagangan Kota Semarang menanggapi bahwa bentuk kemasan menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan Minyakkita. Kelangkaan tersebut dialami di pasar tradisional di Kota Semarang beberapa pekan yang lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis mengukapkan, dalam sepengetahuan pihaknya, kemasan pada minyak subisidi Minyakkita. Ada beberapa jenis mulai dari dalam bentuk botol, kemasan plastik berdiri, dan kemasan plastik bantal.

“Dari semua kemasan itu, para pedagang mayoritas suka sama kemasan botol dan plastik berdiri. Jadi jika dua kemasan itu tidak ada maka mereka beranggapan itu suatu kelangkaan,” jelasnya, Rabu (15/2/23).

Menurutnya, kedua kemasan tersebut lebih disukai pembeli. Walau begitu, ada juga yang memproduksi Minyakkita dalam kemasan lainnya. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berpikir bahwa kemasan Minyakkita hanya dalam botol.

“Masyarakat jangan terus minded untuk Minyakkita botol. Terus jika tidak ada dianggap langka,” ucapanya.

Selain itu, Nurkholis juga mengukapkan proses dropping Minyakkita di Kota Semarang sangat terbatas. Meski begitu, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah bahwa akan dilakukan dropping di beberapa pasar tradisional di Semarang.

“Untuk pelaksanaan dropping, masing-masing pedagang bakal mendapatkan satu karton berisi 12 bungkus. Dan dari Diperindag rencana akan dropping Minyakkita ke beberapa pasar diantaranya Pasar Karangayu, Peterongan, Gayamsari, dan Pedurungan,” terangnya.

Ia berharap dropping minyak jenis ini segera dilaksanaka agar stok Minyakkita kembali pulih kembali. Masyarakat dapat membeli kebutuhan bahan sembako dengan harga murah. (cr7/mg4)