Warga Terdampak Banjir di Tembalang Keluhkan Kurangnya Bantuan

SUASANA: Warga membersihkan rumahnya pascabanjir di Perumahan Dinar Indah Meteseh Semarang, Senin (20/2/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Banjir bandang di Kecamatan Tembalang pada Sabtu (18/2) lalu akibatkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak. Kondisi itu membuat warga mengeluh karena kurangnya bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Banjir terjadi di dua kelurahan yaitu, Kelurahan Meteseh tepatnya di perumahan Dinar Indah RT 06 RW 26. Kemudian di Rowosari tepatnya di RW 03, RW 04, RW 07 dan RW 08. Dari keempat RW tersebut yang paling parah ada di RW 03 dan RW 07.

Salah satu warga Perumahan Dinar Indah Meteseh RT 06 RW 26, Sulastri (51) mengatakan, pada banjir kedua ini perhatian pemerintah Kota Semarang tidak seperti peristiwa banjir yang pertama. Ia menyebut, bantuan dari Pemerintah Kota Semarang tidak dirasakan.

“Banjir ini tidak ada bantuan, hanya pakaian saja yang masuk ke mari dan air untuk membersihkan jalan dan rumah dari lumpur,” katanya saat ditemui di tempat pengungsian di Masjid Ar Rahmah Dinar Indah Meteseh, Senin (20/2/23).

Padahal, lanjutnya, banjir kali ini lebih parah daripada Januari lalu. Pasalnya, arus yang deras dan dua tanggul yang jebol akibatkan kerusakan pada rumah dan isinya lebih parah karena meninggalkan sisa lumpur yang tinggi.

“Kalau parahnya itu sekarang karena lebih cepat arusnya meskipun kalau tingginya tinggi kemarin, karena jebolnya dua titik, kemudian lumpurnya juga lebih banyak sekarang hampir 20 sentimeter ketika sudah surut airnya,” paparnya.

Senada, Ketua RT 06 RW 03 Perumahan Griya Rowosari Permai, Sri Widodo pun mengatakan belum ada laporan bantuan yang masuk di wilayahnya. Dua hari pasca banjir bandang hanya ada bantuan air bersih yang digunakan untuk membersihkan rumah-rumah yang terkena lumpur.

“Bantuan di Rowosari belum ada kabar sama sekali, baru ada air bersih dan kemarin makan siang itu pun tidak dari dapur umum. Sudah dikonfirmasi ke RW dan kelurahan tidak ada dapur umum,” katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (20/2/23).

Sementara itu, Plt Camat Tembalang, Cipta Nugraha menyampaikan hingga kini blum ada laporan jumlah warga yang terdampak banjir. Namun pihaknya memperkirakan jumlahnya sama dengan yang kemarin karena lokasi banjir yang sama dan dipastikan tidak ada korban jiwa. Nugraha mengaku, bantuan sudah diterima sejak kemarin malam Sabtu (18/2).

“Bantuan makanan dan kesehatan sudah masuk semua sejak kemarin malam pascabanjir,” katanya saat dihubungi, Senin (20/2/23).

Pantauan Joglo Jateng pada Senin (20/2) sore di Perumahan Dinar Indah Meteseh air Sungai Pengkol kembali meluap selutut orang dewasa. Mengakibatkan dua rumah warga tergenang air. (luk/mg4)