Pemkot Semarang Genjot Capaian Kota Layak Anak Melalui Workshop

SUASANA: Workshop Penguatan dan Pengembangan Layanan SRA dan KHA di Satuan PAUD 2023 Dinas Pendidikan Kota Semarang Tahun 2023 di Aula Wisma P4G Upgris, Selasa (7/3/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Kota Semarang terus berupaya menggenjot capaian Kota Layak Anak (KLA) agar memperoleh predikat Utama. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan mengadakan Workshop Penguatan dan Pengembangan Layanan Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Konvensi Hak Anak (KHA) di Satuan PAUD 2023 yang digagas oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.

Kepala Disdik Kota Semarang, Suwarto menyampaikan, pihaknya terus berusaha memfasilitasi tenaga pengajar di wilayahnya. Khususnya pada penguatan dan pengembangan SRA dan KHA di satuan PAUD. Menurutnya, guru merupkan aktor utama yang harus memahami betul terkait konsep tersebut.

“Targetnya kita salah satunya mengejar kota layak anak yang utama dengan sasaran di sekolah-sekolah ini. Ada indikator yang harus dipenuhi dan ini salah satu upaya yang dilakukan,” ungkapnya usai mengikuti kegiatan Workshop Penguatan dan Pengembangan Layanan SRA dan KHA di Satuan PAUD 2023 di Aula Wisma P4G Upgris, Selasa (7/3/23).

Suwarto menambahkan, kegiatan ini sengaja di targetkan untuk satuan PAUD terlebih dahulu. Tujuannya untuk penguatan dan memahami pengembangan sejak dini bagi tenaga pengajar.

Sementara itu, Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Paud PNF Disdik Kota Semarang Rifki Nugroho menyampaikan, tujuan dilakukan kegiatan ini juga untuk meningkatkan angka guru terdidik di Semarang. Ia berharap, para guru terdidik nantinya bisa menularkan ilmunya ke satuan PAUD yang belum terdidik dan ke kelembaga lain.

“Untuk menyelesaikan notabene jumlah paud 1300 lembaga tidak mungkin diselesaikan disdik sendiri. Atau mungkin peserta workshop untuk menjadi pelatih lembaga yang lain,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu menyampaikan, pihaknya terus berupaya menggejot capaian KLA. Menurutnya, penguatan dan Pengembangan Sekolah Ramah Anak Kota Semarang harus kreatif dalam memberikan layanannya.

“Kota Layak Anak, targetnya ya insya Allah kalau saya sih pengennya utama. Nah ini kan sedang dilakukan kerjasama antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan Asosiasi Pengusaha sayang Anak Indonesia (APSAI). Ya diharapkan semua ini bersinergi untuk mendapatkan predikat,” katanya saat di temui di Gumaya Hotel, Selasa (7/3/23). (luk/mg4)