Bazar Taman Alaska Suguhkan Tempat Berburu Takjil Bernuansa Alam

SUASANA: Aktivitas jual beli di Bazar Taman Alaska, Desa Puncel, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

KARANG Taruna Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati mengadakan bazar di Taman Alaska selama bulan suci Ramadan. Di tempat itu, para pengunjung bisa menikmati suguhan keindahan alam saat berburu takjil.

Berbagai jajanan berbuka puasa dijual ditempat yang berlokasi di kawasan hutan perbatasan antara Kabupaten Pati dan Jepara itu. Dari mulai makanan tradisional hingga bermacam minum segar penghilang dahaga.

Bazar yang akan berlangsung selama beberapa pekan itu diikuti oleh puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Sehingga kegiatan itu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Ketua Karang Taruna Desa Puncel, Fuad Saifurrohman mengungkapkan, ada sekitar 35 lapak yang disediakan bagi para pelaku UMKM di bazar itu. Di mana, kegiatan ini akan berlangsung hingga mendekati hari Lebaran mendatang.

“Kami memiliki tujuan mengangkat UMKM yang ada di Desa Puncel ini. Warga kita fasilitasi agar memunculkan produk-produk supaya dikenal lebih luas oleh masyarakat,” katanya, belum lama ini.

Rohman menceritakan, Taman Alaska dulunya merupakan kawasan kumuh yang tidak terurus. Kemudian Karang Taruna Desa Puncel menyulapnya menjadi tempat favorit dengan konsep nuansa alamnya.

“Sepanjang jalan ini dulunya tempat warga untuk membuang sampah. Sampah di sini dulu luar biasa. Tapi kemudian karang taruna membersihkan dan menatanya menjadi tempat yang ada manfaatnya. Kita suguhkan potensi alamnya seperti pemandangan,” imbuh dia.

Sementara itu, salah satu penjual takjil, Meylan (46) mengaku cukup senang dengan diadakannya bazar ini karena bisa menambah pendapatanya. Apalagi pengunjung yang datang juga terbilang banyak.

“Di hari biasa saya ibu rumah tangga. Sehingga dengan adanya bazar ini bisa beraktivitas dan dapat pemasukan tentunya. Lumayan lah hasilnya. Pengunjungnya juga ramai banget kok. Ratusan mungkin,” ujar dia. (lut/gih)