Dinkes Sleman Minta Warga Waspada Penyakit Berbasis Lingkungan

Puskesmas Wilayah Sleman
ILUSTRASI: Petugas Puskesmas Wilayah Sleman saat melakukan check kesehatan bagi warga, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Beberapa hari terakhir di Bulan Ramadan, cuaca di wilayah Kabupaten Sleman tidak menentu dan terkadang mengalami perubahan yang cukup drastis. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman meminta masyarakat waspada, terutama pada penyakit berbasis lingkungan.

“Masyarakat perlu waspada terhadap penyakit yang berbasis lingkungan. Misalnya DBD, leptospirosis, diare, tifus, ISPA mungkin juga Covid-19 yang saat ini masih ada,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati, Rabu (5/4/23).

Masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Adapun untuk mencegah DBD, masyarakat diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M plus. “Warga harus menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas, dan memeriksa jentik nyamuk di lingkungan rumah,” tegasnya.

Sementara untuk mencegah leptospirosis, jawatannya meminta masyarakat menjaga lingkungan agar selalu bersih supaya tikus tidak datang. Sebab air kencing tikus merupakan media berkembang-biaknya kuman leptospira penyebab leptospirosis.

Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit diare dan tifus. Untuk mencegahnya, Ia menyarankan agar sering mencuci tangan dan kaki dengan sabun pada air mengalir. (cr5/abd)