Oleh: Nurmiati, S.Pd
Guru SDN 03 Rowosari, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang
TUJUAN pembelajaran pada hakikatnya adalah sebuah proses interaksi timbal balik antara guru dan siswa dalam sebuah kegiatan pembelajaran (Dimyati dan Mudjiono, 2006). Guru hendaknya dapat membuat proses pembelajaran dapat lebih efektif, menarik, dan bermakna bagi siswa. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
Pembelajaran secara tematik yang menjadi ciri khas Kurikulum SD 2013 (Cahyaningrum, 2014). Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor, salah satu. Di antaranya yaitu pemilihan metode pebelajaran dan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa (Hayati, 2005).
Pembelajaran yang bermakna merupakan sebuah kegiatan pembelajaran yang mampu menarik perhatian dan menumbuhkan minat serta motivasi siswa. Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa melalui kegiatan belajar. Flash card menurut Susilana, Riana dan Riyana, (2009), yaitu media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang berukuran 25×30 cm. Gambar-gambarnya dibuat menggunakan tangan atau foto, atau memanfaatkan gambar atau foto yang sudah ada yang ditempelkan pada lembaran-lembaran flash card.
Sedangkan menurut Arsyad (2007), flash card biasanya berukuran 8x12cm atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Kartu-kartu tersebut berisi gambar-gambar (binatang, benda, buah-buahan, dan sebagainya) yang dapat digunakan untuk melatih mengeja dan memperkaya kosakata. Ukuran flash card biasa disesuaikan dengan keadaan siswa yang dihadapi. Apabila jumlah siswa banyak, maka flash card dibuat dengan ukuran yang lebih besar dan jika jumlah siswa sedikit maka ukurannya dibuat lebih kecil.
Media ini merupakan media pembelajaran yang dapat membantu dalam meningkatkan berbagai aspek. Seperti mengembangkan daya ingat, melatih kemandirian, dan meningkatkan jumlah kosa kata (Hotimah, 2010; Inggrida, 2015; Safitri, 2018). Media flash card merupakan media yang membantu dalam mengingat dan mengkaji ulang bahan pelajaran. Seperti definisi atau istilah, simbol-simbol, ejaan bahasa asing, rumus-rumus, dan lain-lain.
Media kartu memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya yaitu bahan cukup murah, mudah diperoleh di lingkungan sekitar, mudah disusun dan digunakan, mudah dipindahkan karena bahan ringan serta mampu memvisualkan urutan basa-basa nitrogen dalam sebuah nukleotida. Menurut Munthe, (2018) flash card merupakan kartu dengan dua sisi. Sisi satu bertuliskan kata. Sementara pada sisi lainnya ada gambar yang sesuai dengan kata. Fungsi utama dari gambar adalah untuk melatih daya ingat siswa terhadap kata yang sedang dipelajari.
Menurut Hotimah (2010), keunggulan media ini adalah membantu kemampuan otak kanan untuk mengingat gambar dan kata-kata sebagai komponennya. Flash card juga dapat mengingatkan atau mengarahkan siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar. Berikut langkah-langkah pembuatan flash card.
Pertama, tentukan gambar yang akan digunakan dalam pembelajaran tema Kegiatanku. Kedua, buat potongan kertas berukuran 25 x 30 cm (menyesuaikan keadaan kelas). Ketiga, cetak gambar tersebut atau gambar gambar tersebut secara menarik diatas potongan kertas sesuai dengan langkah kedua. Keempat, buat keterangan disetiap gambar tersebut. Kelima, lapisi dengan plastik atau laminating agar awet dan anti air.
Pembuatan media flash card sangat mudah dan murah. Penggunaannya juga sangan mudah. Berikut adalah cara penggunaan media flash card. Pertama, kartu yang telah disusun dipegang setinggi dada dan menghadap ke arah siswa. Kedua, menampilkan satu persatu kartu tersebut setalah guru selesai menjelaskan.
Ketiga, memberikan kartu-kartu yang telah diterangkan kepada siswa secara acak dan berputar bergilir untuk diamati setiap siswa dalam satu kelas. Keempat, apabila flash card dikombinasikan dengan permainan, maka penggunaannya bisa disesuaikan dengan alur permainan tersebut. (*)








