Memupuk Karakter Siswa yang Hampir Punah dalam Pembelajaran IPA

Oleh: Atikah, S.Pd.I.
Guru IPA MTs N 1 Grobogan

MEMPERHATIKAN fenomena anak usia sekolah di masa sekarang, dari sisi karakter siswa terutama di MTs Negeri 1 Grobogan justru mengalami kemunduran. Terutama setelah mengalami loss learning karena pandemi covid-19 yang terjadi hampir dua tahun lalu. Oleh karena itu menjadi PR yang berat bagi kita para guru untuk memulihkan tidak hanya dari sisi kognisi dan psikomotorik siswa saja. Melainkan yang sangat penting bagi suatu satuan pendidikan adalah memulihkan sisi afeksi siswa. Aspek afeksi siswa dalam pembelajaran dapat dicapai melalui pembiasaan-pembiasaan yang disisipkan dalam langkah-langkah kegiatan belajar mengajar dalam kelas. Dapat juga melalui program pembiasaan yang disusun sebagai ciri khas suatu satuan pendidikan.

Pendidikan karakter diyakini sebagai aspek penting dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), karena sumber daya manusia ini turut penting dalam kemajuan bangsa. Tagihan dari pendidikan karakter di suatu jenjang pendidikan tidak selalu berupa nilai atau angka dalam kertas. Melainkan tampak dari nilai-nilai etika pokok, kepribadian, dan integritas warga madrasahnya. Terutama para siswa sebagai subyek dan sekaligus sebagai objek pembelajaran.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017) mengidentifikasikan lima nilai utama karakter yang saling berkaitan dan perlu dikembangkan dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah. Yaitu nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan nilai integritas.

Pada pembelajaran di kelas terutama pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), pembiasaan yang dapat dibudayakan untuk membentuk karakter siswa tercermin dalam langkah-langkah metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut memaksa siswa untuk berpikir kritis dan rasional. Dalam melakukan eksperimen misalnya, tidak jarang siswa dituntut untuk menggunakan alat ukur atau operasional hitung matematis. Sehingga ketelitian dan kecermatan sangat diperlukan dalam hal ini.

Langkah-langkah dalam metode ilmiah juga sangat mendukung program pemerintah yang menjadi bagian dari kurikulum merdeka. Yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), sebagai salah satu strategi yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di setiap jenjang pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan karakter sehingga selalu include dalam kurikulum yang telah dikembangkan oleh pemerintah.

Ketelitian, kecermatan, kehati-hatian, kerja sama, gotong royong, tanggung jawab, percaya diri, berpikir kritis, dan jujur adalah karakter-karakter yang dapat dilatihkan dan ditumbuhkan dalam pembelajaran IPA di dalam kelas yang selalu mengedepankan berpikir secara ilmiah sebagai roh dari belajar science. Hal itu akan semakin efektif apabila pendekatan pembelajaran yang dipilih guru support dan tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Dalam pendekatan pembelajaran kita kenal salah satunya adalah scientific learning yang didalamnya juga dilatihkan beberapa karakter yang menunjang berpikir kritis dan sistematis. Karena terdapat sintaks atau tahapan kegiatan pada pendekatan scientific learning yang memberikan pengalaman belajar yang sinergi dengan langkah-langkah berpikir sistematis pada metode ilmiah untuk menumbuhkan karakter siswa pada pembelajaran IPA.

Terdapat lima pokok pengalaman belajar yang harus dilalui peserta didik selama berlangsungnya proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific learning. Di ataranya yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Kelima tahapan tersebut kesemuanya dapat mengasah kemampuan kognisi, psikomorik, dan menumbuhkan karakter positif siswa yang merupakan kemampuan afeksi siswa.

Dengan program pembiasaan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan, program pemerintah dalam P5, serta pemilihan pendekatan pembelajaran yang tepat di dalam kelas oleh guru, diharapkan dapat mengurangi masalah dekadensi karakter anak di masa sekarang. Kemudian juga diharapkan dapat melahirkan siswa-siswa yang mempunyai karakter kuat sebagai cerminan identitas bangsa kita di mata dunia. (*)