Figur  

Silat Olahraga Maskulin hingga Raih Medali Emas

Herdiyana Asmoroningtyas
Herdiyana Asmoroningtyas. (DOK PRIBADI/JOGLO JOGJA)

PENCAK silat bukan hanya pedoman utama untuk membela diri. Oleh Herdiyana Asmoroningtyas, beladiri itu ia jadikan olahraga maskulin untuk ajang meraih prestasi.

Belakangan ini, ia memberikan dua medali emas dalam kejuaraan Daerah (Kejurda) Silat dewasa se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wanita kelahiran Sleman ini mengungkapkan, dalam ajang Kejurda pencak silat itu dipersiapkan dengan sangat matang. Lantaran, kompetisi tersebut meggunakan peraturan baru sehingga memerlukan latihan tambahan.

Untuk latihannya sendiri, dirinya tidak hanya melatih fisik dan teknik, ia juga mengolah taktik yang digunakan dalam pertandingan. Menurutnya, adanya peraturan baru itu harus perlu dipahami dasar-dasarnya. Sehingga membuat ia berlatih makin giat demi menghindari cedera yang berarti.

Baca juga:  Sadar Peran Perempuan sebagai Agen Kebudayaan

“Dalam latihan sendiri aku latihan di kampus setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat malam. aku juga berlatih di Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) Maguwoharjo,” ungkapnya Selasa (2/5/23).

Herdiyana sapaan akrabnya menuturkan, saat mengetahui memperoleh medali emas, dirinya merasa sangat senang dan ini merupakan tahap awal untuk dirinya berlatih kembali. Lantaran, tahun lalu ia sempat terpikir ingin gantung sabuk, tetapi medali kali ini mampu menyulutkan semangat saya dalam bertanding.

“Medali awal tahun ini aku persembahkan untuk Mama yang sudah berbahagia di sana dan Papa tercinta yang menjadi sosok semangat dalam hidupku,” ujarnya.

Baca juga:  Perempuan Berperan Besar di Keluarga dan Masyarakat

Dara umur 24 tahun itu menyebutkan, ketika membawa pulang medali adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Medali tersebut menjadi pemantik bagi dirinya, karena bulan ini akan menjalani sidang skripsi.

Tak hanya itu, ia juga berpesan kepada teman-teman Tapak Suci UAD untuk jangan pernah lelah dengan proses yang dilalui sekarang. Sebab, tidak ada yang tahu kapan usaha itu akan mengantarkan menuju dermaga kesuksesan.

“Tetap semangat, jangan cepat merasa puas, dan selalu rendah hati,” tandasnya. (cr4/ziz)