Tanamkan Nilai Kewirausahaan, SMA N 2 Rembang Kenalkan Teknik Shibori

siswa SMA N 2 Rembang
KREATIF: Proses pembelajaran dengan mengenalkan teknik Shibori kepada siswa SMA N 2 Rembang, Rabu (10/5/23). (VIKKY ANDRIAN/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – SMA N 2 Rembang terus genjot siswa-siswanya agar memiliki nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila. Salah satunya dengan memberikan pembelajaran proyek bertema kewirausahaan yang mengenalkan teknik Shibori.

Kepala SMA N 2 Rembang, Suhardi menuturkan, sekolah terus mengupayakan agar seluruh siswa dapat memiliki kemampuan dalam hal kewirausahaan. Hal tersebut tak lain sebagai upaya agar siswa dapat memiliki nilai-nilai karakter yang sesuai harapan dari kurikulum Merdeka Belajar.

“Jadi ada 3 proyek penguatan profil pancasila. Yang pertama untuk menanamkan nilai demokrasi. Yang kedua untuk menanamkan nilai keberagaman. Yang ketiga untuk menanamkan nilai kewirausahaan yang sedang kami laksanakan saat ini,” tuturnya.

Tak tanggung-tanggung, SMA N 2 Rembang juga mendatangkan narasumber yang juga merupakan pengusaha Batik Shibori. Teknik Shibori sendiri merupakan teknik pewarnaan kain yang akan digunakan untuk batik.

Suhardi menjelaskan, penananam nilai kewirausahaan tersebut bertujuan agar siswa memiliki jiwa berwirausaha. Tak hanya itu, ia juga menambahkan, hal tersebut merupakan upaya untuk siswa yang ingin berwirausaha setelah lulus dapat mempunyai bekal keterampilan setelah lulus.

“Jadi kita ajari siswa-siswa kami tentang kewirausahaan. Salah satunya dengan mengenalkan teknik shibori ini. Hal itu supaya nanti siswa punya bekal keterampilan. Misalnya ada baju, tas, topi, taplak, itu bisa dikreasikan dengan teknik shibori. Mudah-mudahan nanti bisa dijual agar siswa tertanamkan nilai berwirausaha tersebut,” jelas Suhardi.

Rusti Pristitandyah, guru Seni Budaya SMA N 2 Rembang yang juga mendampingi kegiatan proyek pembelajaran tersebut mengatakan hasil dari proyek bertema kewirausahaan dengan mengenalkan teknik shibori ini nantinya akan dipamerkan dalam gelar karya Juni mendatang.

“Kita mendatangkan narasumber yang mengajari langsung proses pembuatannya. Lalu hasilnya nanti akan dipamerkan di gelar karya tahunan dan bisa dijual di sana,” tuturnya. (cr8/fat)