Dispertan Kota Semarang Fasilitasi 200 Vaksin Rabies Kucing dan Anjing

vaksinasi rabies pada kucing
JAGA HEWAN: Salah satu relawan sedang memeriksa sekaligus memberikan vaksinasi rabies pada kucing peliharaan milik peserta, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang menfasilitasi sebanyak 200 lebih vaksinasi rabies pada kucing dan anjing. Hal tersebut dilakukan agar kesejahteraan hewan di lingkungan masyarakat semakin baik. Kemudian meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan pada hewan peliharaan.

Dispertan juga menyediakan sterilisasi pada kucing liar baik yang ditemukan di jalanan maupun peliharaan sendiri.  Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengukapkan, sterilisasi bertujuan agar pertumbuhan kucing berkembang biak lebih banyak dan sehat. Tak hanya itu, pihaknya juga mengupayakan agar masyarakat Jawa Tengah (Jateng) aman dari virus rabies.

“Supaya kucing tidak beranak pinak dan diliarkan begitu saja di lingkungan masyarakat. Dan juga menjaga supaya kota Semarang dan provinsi Jawa Tengah ini zero rabies,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng di Halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Semarang, belum lama ini.

Kegiatan sterilisasi dan vaksinasi pada hewan peliharaan ini, merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi Kota Semarang ke-476 yang berkolaborasi dengan beberapa elemen. Di antaranya Yayasan Adopt Indonesia dan Dinas Peternakan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah

Hernowo mengaku terkejut, karena antuasiasme masyarakat dengan adanya program ini sangat tinggi. Sehingga, pihaknya membatasi sampai dengan 200 pemberian vaksin dan 150 penanganan sterilisasi.

“Sebenarnya ini terbatas, tapi tak disangka hari ini melebihi ekspektasi kita. Kebanyakan satu orang bisa bawa lebih dari satu hewan. Lalu juga ada yang ngajak temannya sekalian,” kata dia.

Hernowo berharap, terselenggaranya kegiatan ini membuat masyarakat semakin sadar akan adanya resiko terhadap memelihara hewan peliharaan. Yakni dengan cara mensejahterakan hewan tersebut melalui vaksinasi rabies.

“Harapannya selain melakukan vaksinasi, kalau memang tidak memungkinkan jumlah hewan peliharaannya lumayan banyak dari sekarang lakukan sterilisasi supaya tidak berkembang biak,” harapnya.

Warga asli Kedungmundu, Arif Komarudin (52) mengaku membawa 4 ekor kucing jalanan dari lingkungan rumahnya. Menurutnya, pemerintah kota perlu melihat perkembangbiakan kucing, memperhatikan kesehatannya, serta mencegah penganiayaan terhadap hewan tersebut.

“Itu pentingnya kita harus melestarikan dengan perlu tindakan positif secara continue. Soalnya beberapa kali saya lihat kucing itu banyak yang dianiaya,” ujarnya. (cr7/mg4)