REMBANG, Joglo Jateng – Sebanyak 14 manuskrip kuno di Kabupaten Rembang telah berhasil didigitalisasi. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah kerusakan manuskrip, melestarikan budaya, serta menjadikan informasi di dalamnya lebih mudah untuk diakses secara umum.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Rembang melalui Kepala Bidang Perpustakaan, Endhi Juniarno mengungkapkan, ke-14 manuskrip tersebut berasal dari Kecamatan Lasem. Manuskrip tersebut meliputi kitab mushaf, tasawuf, tafsir, tauhid, fiqih, dan cetakan kuno manaqib.
“Sejauh ini manuskrip yang ditemukan berasal dari Kecamatan Lasem. Ada bermacam-macam, mulai dari tasawuf, tafsir, tauhid, dan lain-lain,” ungkap Endhi.
Sebelum melakukan proses digitalisasi manuskrip kuno, terlebih dahulu dilakukan kegiatan focus group discussion (FGD). Kegiatan tersebut diikuti oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Rembang, tim Perpustakaan Daerah Jawa Tengah, tim Fakultas Ilmu Budaya UNDIP, serta tim pustakawan perpustakaan Masjid Jami’ Lasem.
Endhi mengatakan, memungkinkan jika masih terdapat lebih banyak manuskrip kuno yang belum ditemukan. Diperkirakan terdapat kurang lebih sejumlah 50 manuskrip kuno yang ditulis dengan tulisan cina, arab, jawa, atau tulisan-tulisan lainnya yang belum diketahui.
“Kemungkinan bisa lebih dari 14 manuskrip. Kami perkirakan mungkin saja bisa sampai 50 manuskrip yang mungkin ditulis dengan tulisan cina, arab, jawa, atau yang lainnya yang belum ditemukan,” terang Endhi.
Ke depannya masih banyak hal yang mesti dikerjakan oleh pihaknya. Setelah menemukan serta berupaya untuk men-digital-kan manuskrip-manuskrip kuno tersebut, diperlukan juga upaya untuk menjaga dan melakukan pencegahan kerusakan terhadap manuskrip tersebut serta membuatnya dapat dipajang di museum.
“Ke depan juga harus dilakukan perawatan terhadap manuskrip tersebut agar tetap utuh dan tidak rusak. Tentu juga supaya bisa lebih accessible dengan membuat replikanya supaya dapat dipajang di museum,” pungkas Endhi. (cr8/fat)










