Pemasok Telur Keluhkan Harga Pakan Ayam Mahal

Pemasok Telur Pasar Bulu, Herawati
AKTIVITAS: Pemasok Telur Pasar Bulu, Herawati (66) saat menjaga lapak dagangannya, belum lama ini. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Harga telur ayam ras di Kota Semarang masih tinggi. Pemasok Telur Pasar Bulu Semarang, Herawati (66) mengklaim bahwa persoalan ini disebabkan karena bahan pakan ayam dari produsen terbilang mahal. Sehingga, pegawainya yang berjumlah 65 orang tak mampu membuat pakan ayam dalam jumlah besar.

“Soalnya kalau kita bikin sendiri malah capek, mbak. Apalagi dengan buat pakan ayam sebanyak itu,” keluhnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Dengan kenaikan telur yang mencapai harga Rp 31 ribu, dirinya merasa dirugikan. Lantaran membuat pedagang tidak lagi memesan telur kepadanya dalam jumlah besar lagi.

“Ya kalau pas selama puasa itu memang pedagang bisa ambil di saya lebih dari 1 kotak telur yang isinya 10 kilo. Tapi ndang (ketika) telur naik pun pada ambilnya 1 kotak aja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Indonesia sendiri ada salah satu peternakan yang memproduksi pakan ayam. Namun, itu hanya dibuat untuk kebutuhan ternak sendiri, dan tidak diperjualkan.

“Sebenarnya ada di Kalimantan yang memproduksi tapi itu untuk dirinya sendiri dan tidak dijual. Alhasil kita beli langsung dari Malaysia yang belinya dalam jumlah besar,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur membenarkan saat ini di Kota Semarang harga telur tengah naik. Pasalnya, konsumen telur meningkat.

“Ya memang sejak Lebaran itu ada kenaikan sehabis lebaran masyarakat banyak yang butuh seperti undang acara halalbihalal pasti permintaan pasti tinggi,” paparnya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, faktor lainnya yaitu belum pulihnya populasi ayam di Kota Semarang. Begitu pula, ayam petelur huntercoin (HUC) sedang mengalami kenaikan biaya produksi.

“Di samping itu juga ongkos produksi yang naik pula. Sehingga banyak kandang-kandang ayam yang masih belum penuh,” ungkapnya.

Selain itu, kata Hernowo, bahan utama dalam pembuatan pakan ayam, yakni Jagung juga mengalami kenaikan. Sehingga, banyak produsen ternak ayam yang menginfokan alasan telur saat ini mahal.

“Jagung bahan utama itu kan yang bikin mahal namanya musim begini memang agak susah. Makanya pakan ayam juga ikut mahal,” tuturnya.

Berdasarkan data yang diterima Joglo Jateng, pelaku usaha ternak Ayam Layer yang saat ini masih beroperasi berjumlah 30 tempat. Mayoritas wilayahnya terdiri dari Kecamatan Tembalang, Gunungpati, dan Mijen. (cr7/mg4)