KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat ada sebanyak 67 warga yang terjangkit penyakit kelamin raja singa atau sifilis. Di antara puluhan warga tersebut, tujuh penderita adalah ibu hamil.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus Darsono mengatakan, per Mei 2023 total ada 67 warga Kota Kretek yang tertular sifilis. Dengan dominasi di usia remaja.
“Sebenarnya penderita sifilis didominasi usia remaja. Namun 2023 ini ada tujuh ibu hamil yang tertular,” ucapnya.
Menurutnya, penyebab tertularnya sifilis tersebut akibat seks bebas atau gonta-ganti pasangan. Hal serupa juga diduga menjadi penyebab menularnya ke sejumlah ibu hamil ini.
“Penyebabnya karena seks bebas, bisa yang bersangkutan melakukan, atau bisa juga suaminya dan menularkan kepada ibu hamil itu. Lantaran, tujuh ibu hamil yang terkena itu statusnya mempunyai suami,” tuturnya.
Sementara itu, jumlah kasus sifilis di Kudus menurutnya stabil dari tahun ke tahun. Tidak ada kenaikan di 2023 ini. Pasalnya, kasus yang terungkap biasanya sudah parah dan membutuhkan pengobatan di puskesmas atau rumah sakit.
“Maka, yang belum parah dan tidak melakukan pengobatan kemungkinan ada dan belum terungkap. Sehingga, tidak ada datanya di kami,” tandasnya.
Pihaknya sendiri telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah warga agar tidak tertular. Seperti melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat, terkait bahaya seks bebas.
“Kami rutin melakukan screening, sehingga jika ada yang tertular bisa segera ditangani sejak dini. Kepada masyarakat kami mengimbau untuk menghindari seks bebas. Sedangkan, bagi yang sudah berpasangan jangan gonta-ganti pasangan dan setialah,” pungkasnya. (sam/fat)










