SEMARANG, Joglo Jateng – Museum Ranggawarsita kembali menggelar pameran kolaborasi museum se-Indonesia. Pameran bertajuk Prasasti Ranggawarsita 2023 ‘Merawat Titipan Nusantara’ ini berlangsung lima hari, mulai 9-13 Juni 2023.
Kegiatan ini diikuti oleh 33 museum dengan menampilkan 200 koleksi benda bersejarah. Beragam jenis koleksi unggulan ditampilkan di Aula Museum Ranggawarsita. Mulai dari prasasti, bergam jenis wayang, keris, hingga koran dan uang zaman dahulu.
“Kita namakan Prasasti Ranggwarsita, untuk menjadi tetenger kegiatan di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita bahwa setiap tahunnya ada pameran-pameran museum se-Indonesia. Bukan hanya Jawa Tengah tapi luar pulau. Seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan wilayah lain,” kata Kepala Museum Ranggawarsita Djoko Witjaksono, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antar museum untuk mengenalkan budaya pada masyarakat. Sebanyak 200 koleksi unggulan dari masing-masing museum dipamerkan.
“Koleksinya unggulan dari masing-masing provinsi. Tahun ini tema kami (Museum Ranggawarsita) yang diunggulkan adalah Wayang Nusantara. Jumlah total 200 lebih koleksi,” tambahnya.
Pengunjung dapat melihat secara gratis tanpa pungutan biaya. Tidak hanya koleksi museum, tapi juga ada pemeran budaya yang ditampilkan di panggung apresiasi. Seperti keroncong, wayang kulit, gamelan orkestra, tarian budaya, dan lainnya. “Pengunjung tidak hanya melihat benda koleksi tapi juga bisa melihat tampilan budaya,” ujarnya.
Pihaknya menargetkan selama lima hari pameran ini digelar akan ada 7000 pengunjung. Ia juga bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Semarang untuk datang meramaikan agar anak-anak yang menjadi penerus bangsa ini mengetahui dan paham akan sejarah di masa lampau.
“Mereka bagian dari generasi muda pewaris bangsa. Mereka harus diperkenalkan sejak dini tentang jejak sejarah bangsa Indonesia,” tandasnya.
Kegiatan dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, Jumat (9/6) malam. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Uswatun Hasanah.
“Museum tempat menyimpan peninggalan sejarah. Peninggalan ini punya nilai budaya yang tinggi, nilai histori yang tinggi, dan itu bagian dari jati diri bangsa. Utamanya Jawa Tengah,” kata Sumarno, usai membuka kegiatan tersebut. (luk/gih)










