SEMARANG, Joglo Jateng – Salah satu pedagang ayam di Pasar Bulu Semarang, Azizah (32) mengeluhkan kenaikan harga ayam yang mencapai Rp 40 Ribu per ekor. Ia mengatakan, sebelum lebaran harga ayam sempat mengalami penurunan dari Rp 35 hingga Rp 38 ribu.
“Pokoknya 2 Minggu ini harga ayam bukannya turun malah naik terus sampai sekarang. Dan biasanya pun saya kalau ambil ayam hidup itu dari produsen Boja tetus saya potong sendiri,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng di lapaknya, Rabu (14/6/23).
Menurutnya, alasan dari harga ayam yang tak kunjung turun lantaran harga pakan ayam yang juga ikut naik. Ia pun sering mendapatkan keluhan pula dari para pembeli.
“Sebenarnya sudah tanya sering dari sananya (peternak ayam) karna pakannya mahal. Tapi kok gak turun-turun sampai saya itu sering banyak diprotes sama pembeli. ‘Kok ini ayamnya mahal to mbak?’. Ya saya pengen jual murah dan juga beli murah,” keluhnya.
Dirinya mengukapkan tidak berani menyediakan stok ayam dalam jumlah besar seperti sebelumnya. “Kalau sebelumnya harganya naik itu saya bisa nyetok sampe 10-20 ekor ayam perhari. Tapi sekarang udah gak berani karena kan beberapa hari ini sudah mulai kurang adanya permintaan baik dari pembeli pasif sampai yang biasanya langganan ke saya,” lanjutnya.
Azizah menganggap penanganan dari pemerintah terkait kenaikan ayam tidak secepat yang dulu. Pada tahun sebelumnya, jika ada kenaikan pada harga ayam yang mencapai Rp 35 ribu, dari pihak pemerintah langsung melakukan sidak pasar.
“Ibaratnya pemerintah penangananya gak seperti itu dulu. Harga Rp 35 ribu aja udah sidak pasar dan nanyain pedagang ‘kok bisa mahal kenapa?’ biasanya kalau kita respon dari produsen mahal. Keesokannya pemerintah datang ke peternaknya langsung lalu nanti dikasih jalan keluar dan seketika harga ayam bisa turun kembali,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengendalian Harga Pangan Dinas Perdagangan Kota Semarang (Disdag) Sugeng Dilianto mengonfirmasi bahwa harga ayam di Pasar Bulu Semarang masih stabil yakni Rp 38 Ribu. Dirinya pun membenarkan, harga ayam naik karena pakan ayam yang saat ini masih mahal.
“Harga ayam itu masih stabil kok, dan dari petugas kami sudah menghimpun, (harganya, Red.) Rp 38 ribu,” ungkapnya
Lalu, terkait dengan permintaan pedagang tentang sidak pasar, selama ini pihaknya selalu monitoring tentang kenaikan harga baik sembako maupun ayam.
“Bahkan polisi juga kami libatkan terkait harga itu, jadi memang itu sudah menjadi rutinitas selama ini,” ujarnya. (cr7/mg4)










