Program Indonesia Maju Targetkan Pelaku UMKM Tembus 12%

UMKM Purbalingga mengikuti pelatihan Peningkatan Akses Pembiayaan Digitalisasi dan Literasi Keuangan di Hotel Braling Purbalingga
SIMAK: Pelaku UMKM Purbalingga mengikuti pelatihan Peningkatan Akses Pembiayaan Digitalisasi dan Literasi Keuangan di Hotel Braling Purbalingga, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Program Indonesia Maju mengharuskan 12% masyarakat menjadi pengusaha. Sementara hingga tahun ini, Indonesia baru di angka 3%. Menanggapi hal tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkopukm) Kabupaten Purbalingga berupaya untuk mengajak masyarakat untuk berwirausaha.

Konsultan Pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu Usaha Kecil dan Menengah (PLUT UKM) Dinkopukm Purbalingga Rafika Adi Hafara mengatakan, terdapat sekitar seratus ribu pelaku UMKM yang aktif mengikuti pelayanan, pelatihan, hibah, dan pendampingan dari Dinkopukm. Jumlah di lapangan tentunya jauh lebih banyak dikarenakan ada juga pelaku UMKM yang menjalankan usahanya secara mandiri.

“Dalam rangka menyukseskan hal tersebut, kami berupaya untuk mengajak masyarakat luas khususnya masyarakat Purbalingga sendiri untuk berwirausaha. Tentunya nanti akan kami bantu, kami dampingi dan juga akan kami fasilitasi apabila ada yang dibutuhkan selagi masih bisa kami upayakan,” jelasnya, belum lama ini.

Beberapa pelatihan yang dilaksanakan yaitu pelatihan mengenai motivasi bisnis, produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan. Pelatihan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) serta dana dari provinsi.

Tak hanya itu, ada juga bantuan dana sebanyak sepuluh hingga dua puluh juta yang berasal dari dana aspirasi. Dana ini merupakan dana dari dewan yang setiap tahunnya anggarannya sejumlah Rp 1,5 miliar. Per tahunnya, dana tersebut dibagi dengan beberapa paguyuban atau komunitas. Ada pula bantuan non tunai seperti bantuan 1.000 pcs kemasan.

Bersama pemerintah daerah dan dinas yang lain, Dinkopukm Purbalingga mengikuti kegiatan roadshow UMKM di tiap kecamatan yang ada di Purbalingga. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak perekonomian di daerah tersebut sekaligus memberikan pelayanan langsung di wilayah tersebut.

“Kami berharap para pelaku UMKM jika mengalami kesulitan dapat datang langsung menemui kami. Nantinya akan kami fasilitasi dan akan lebih baik jika masalah tersebut dapat dicari bersama jalan keluarnya. Intinya manfaatkanlah fasilitas dari pemerintah sebaik mungkin,” pungkasnya. (cr6/abd)