Pati  

Regenerasi Petani Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

petani di Kabupaten Pati sedang mencabut bibit padi
SEMAI: Nampak salah seorang petani di Kabupaten Pati sedang mencabut bibit padi dari persemaian, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati menilai bahwa regenerasi petani di daerahnya masih menjadi problem berarti. Pasalnya, saat ini penggarap lahan persawahan didominasi petani berusia tua.

Bagian Statistik Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Zabidi mengatakan bahwa minat anak muda untuk terjun bertani kian menunjukkan keprihatinan. Dia menilai rendahnya minat anak muda tidak lepas dari susahnya proses bertani.

“Petani kita kebanyakan sudah berusia 45 tahun ke atas. Sedangkan penggantinya tidak ada. Anak muda mana yang mau berpanas-panasan,” kata Zabidi seusai menjadi Narasumber dalam kegiatan sosialisasi sensus pertanian di Pendopo Pati, beberapa waktu lalu.

Pihaknya mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk memecahkan persoalan tersebut. Salah satunya dengan membantu pemasaran hingga pengolahan yang saat ini sedang digalakkan oleh Dispertan Pati.

“Beberapa pertanian sudah menggunakan mekanisasi atau mesin. Tapi tetap minatnya kurang. Sentuhan teknologi sekarang sudah kita mulai. Hanya saja yang konvensional juga masih jalan,” sebutnya.

Padahal, dalam kesempatan itu dia menjelaskan bahwa sektor pertanian disebut masih jadi penopang perekonomian di Kabupaten Pati. Meskipun tidak disebut angka pastinya.

“Intinya sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pati. Bahkan saat Covid-19 angkanya masih fantastis,” paparnya. (lut/fat)