Disdik Kota Semarang tak Anjurkan Pembelian Pakaian Adat

Muhammad Ahsan, Sekretaris Disdik Kota Semarang
Muhammad Ahsan, Sekretaris Disdik Kota Semarang. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menegaskan kepada para orang tua murid untuk tidak wajib membeli pakaian adat. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan bahwa penerapan pemakaian pakaian adat untuk siswa telah diatur di Permendikbud No 50 Tahun 2022. Namun, tidak ada ketentuan secara khusus, dan tetap menyesuaikan karakteristik kearifan lokal masing-masing daerah.

“Seragam itu kan hanya regulasi saja. Semua tentu sesuai dengan kemampuan ortu murid. Jadi intinya tidak memberatkan. Sebenarnya pakaian adat itu bisa kita pakai dengan yang sudah kita miliki di rumah,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Harganas Targetkan 10 Ribu Peserta se-Indonesia

Manfaat dari pemakaian pakaian adat di sekolah, kata Ahsan, yaitu agar para siswa dapat mengenal pakaian khas Semarang lebih jauh. Kemudian dapat memahami kearifan lokal di wilayah tersebut.

“Jadi intinya bukan soal membebaninya. Karena pakaian itu bisa menggunakan pakaian yang dipunya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa saat ini pihaknya masih menyosialisasikan kebijakan ini ke sekolah-sekolah. Sedangkan untuk jadwal pemakaiannya disamakan dengan ASN, atau tenaga pendidik sekolah yaitu sebulan sekali.

“Selain itu kalau mulai pakai (pakaian adat, Red.) sudah sejak lama. Tapi pada momen tertentu misalnya Hari Pendidikan Nasional, Hari Kemerdekaan, dan sebagainya,” ujarnya. (cr7/mg4)