Kudus  

BPBD Kudus: Masyarakat Harus Siap Hadapi Bencana

SOSIALISASI: Ketua TP PKK Kudus Mawar Anggraini didampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Mundir di Kantor BPBD Kabupaten Kudus saat sosialisasi edukasi pencegahan dan mitigasi bencana, Senin (18/9/23). (DISKOMINFO KUDUS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, proaktif melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan serta mitigasi bencana. Terbaru, sosialisasi diberikan kepada anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo, antusias menghadiri Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Kebencanaan, Senin (18/9/23). Dalam sambutannya, ia menyoroti bahwa secara geografis maupun demografis, Kabupaten Kudus tergolong sebagai daerah yang rawan terhadap berbagai jenis bencana.

Selamat Idulfitri 2024

Menurutnya, bencana-bencana ini datang silih berganti sesuai dengan perkembangan musim dan seringkali melanda setiap tahun. Meskipun upaya antisipasi dan pencegahan telah dilakukan secara dini.

Baca juga:  Pelunasan di Pegadaian Terus Meningkat Usai Lebaran

“Saya melihat Kudus daerah rawan bencana. Bencana datang bergiliran mengikuti musim, dan sering kali melanda setiap tahun, walaupun telah ada usaha pencegahan sejak dini,” ujarnya.

Mawar Hartopo berharap melalui program KIE ini, para ibu di Kudus akan meningkatkan pengetahuan mereka tentang edukasi bencana, manajemen bencana. Sehingga mereka memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan saat menghadapi bencana.

“Melalui program KIE ini, harapan saya para ibu-ibu di Kabupaten Kudus dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang manajemen bencana, edukasi bencana. Dan pada akhirnya memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, serta lingkungan mereka saat menghadapi bencana,” ujarnya.

Baca juga:  Okupansi Sapphire Boutique Hotel Kudus Meningkat Jelang Lebaran

Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Mundir, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa Kudus memang termasuk dalam daerah yang rawan bencana. Dengan adanya pelatihan ini, ia berharap anggota TP PKK akan mampu beradaptasi dan bersiap menghadapi berbagai situasi bencana.

“Saya berharap anggota TP PKK dari tingkat kabupaten hingga kecamatan mampu beradaptasi dan bersiap menghadapi berbagai situasi darurat” ujarnya. (hms/fat)