Pati  

MTsN 1 Pati Beri Siswa Perempuan Tablet Penambah Darah Bersama

SEMANGAT: Siswa Perempuan MTsN 1 Pati nampak antusias mengikuti kegiatan minum tablet penambah darah bersama, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati mengadakan kegiatan minum tablet penambah darah bersama khusus bagi siswa perempuannya, belum lama ini. Cara tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan para siswanya.

Seksi UKS MTsN 1 Pati, Ami Rahmawati, mengatakan, wanita merupakan makhluk spesial. Banyak hal luar biasa yang hanya dianugerahkan kepada kaum wanita. Seperti mengandung, melahirkan, menyusui dan haid atau datang bulan.

“Untuk itu wanita harus diperlakukan spesial juga agar kesehatan lahir batinnya dijaga. Salah satu kegiatan untuk menjaganya adalah rajin minum tablet penambah darah. Bayangkan, di saat haid, berapa darah wanita yang keluar, jika tidak diberi penambah darah maka akan lemas, lesu, bahkan bisa menjadi anemia,” tuturnya, Minggu (24/9/23).

Salah satu siswa perempuan MTsN 1 Pati Nesya menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat diperhatikan khusus oleh madrasahnya. Mengingat hampir tiap bulan ia diberikan tablet penambah darah secara gratis.

“Ini pertanda perhatian MTsN 1 Pati memang luar biasa khususnya untuk para siswinya. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan barokah bagi generasi emas Indonesia akan datang, khususnya bagi generasi MTsN 1 Pati,” ucap Nesya.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak menambahkan, pihaknya ingin mencetuskan generasi yang sehat. Baik sehat secara lahir maupun sehat batinnya.

“Dengan sehat batin akan menjadikan hidup ini lebih bahagia. Sehingga apabila lahir dan batinnya sama-sama sehat, akan menjadikan Indonesia kuat, kalau Indonesia kuat makan akan menjadi negara yang hebat dan bermartabat,” sambungnya.

Untuk menjadikan generasi sehat dan kuat lahir batin, di MTsN 1 Pati diselenggarakan kegiatan-kegiatan spesial, misalnya shalat isyraq, dhuha, dan berjanjen sebulan penuh selama bulan Maulid, demikian juga diadakan shalat dzuhur berjamaah. Kegiatan seperti ini merupakan nutrisi dan suplemen untuk kesehatan mental warga madrasah.

“Dengan semakin mencintai Allah dan Rasulullah, pasti mental kita akan semakin sehat sehingga kita bisa membedakan mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (rusak). Tanpa rasa cinta kepada-Nya mental kita akan tersesat di dalam kegelapan, sehingga kita tidak pernah tahu bahwa kejahatan adalah hal yang bathil yang dilarang oleh Allah SWT,” tuturnya. (lut/fat)