SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan Kota Semarang melakukan pencegahan aksi bullying melalui program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di setiap sekolah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pencegahan dengan kampanye lewat media sosial. Baik di akun Disdik, maupun satuan pendidikan se-Kota Semarang.
“Dan harapannya anak-anak selalu terawasi dan tidak melakukan bullying,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.
Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu turut berharap tidak ada kejadian bullying di Kota Atlas. Menurutnya, banyak upaya pencegahan yang bisa dilakukan. Salah satunya melalui Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Kota Semarang yang memberikan sosialiasi untuk guru bimbingan penyuluhan (BP) terkait pelaporan kasus kekerasan.
“Kalau ada anak kena bullying dan malu melapor bisa datang ke RDRM. Karena semua korban baik anak maupun guru di-keep kerahasiannya,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita.
Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada siswa siswi untuk melakukan banyak kegiatan positif. Seperti urban farming, membatik, dan kegiatan lainnya dalam program P5 guna meningkatkan keterampilan dan keimanan. (cr7/mg4)










