Dispertan Kota Semarang Giatkan Program Remaja Tani

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur
Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang kembali menggerakkan minat profesi petani pada pelajar melalui remaja tani di beberapa sekolah Kota Semarang. Hal itu lantaran, dari segi SDM sektor pertanian tidak banyak dan anak-anak muda yang ingin menjadi petani.

“SDM pertanian sebenarnya kita harus prihatin karena tidak banyak. Cuman di antara anak muda tidak ada yang mau jadi petani anak SD pun juga begitu. Oleh karena itu, upaya kita menggerakkan mulai dari mengenalkan sejak anak-anak kita dorong dengan kita punya Petani Cilik, Remaja Tani, Satuan Karya Taruna Bumi di Pramuka,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Lebih lanjut, jumlah kelompok tani di Kota Semarang ada sekitar 515. Dari jumlah itu, tidak semuanya aktif. Padahal, menurut data dari Badan Statistika Nasional (BPS) Kota Semarang, jumlah petani pada tahun 2023 saat ini semakin menurun dengan total 30 ribu orang.

Hernowo menambahkan, anak-anak muda harus menghargai profesi tani. Dengan begitu, mereka bisa menghargai kerja keras para petani untuk menghasilkan pangan yang berkualitas.

Di sisi lain, dirinya menyebut sebanyak 40 hektare lahan dari total 1.600 hektar lahan pertanian di Kota Semarang mengalami gagal panen. Hal itu lantaran musim kemarau panjang di tahun 2023.

“Petani yang awalnya bisa panen tiga kali dalam setahun sekarang berkurang menjadi dua kali dalam,” tuturnya.

Meski begitu, ia mengonfirmasikan bahwa 40 hektar yang gagal panen itu tidak berpengaruh dalam memenuhi kebutuhan pangan di Kota Semarang. Sehingga, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir akan ketersediaan stok beras. (cr7/mg4)