SLEMAN, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Dinas Sosial (Dinsos) terus berkomitmen dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ditunjukkan dengan program-program yang saat ini sudah dilakukan.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah program jaring pengaman sosial (JPS). Program ini, merupakan program bantuan sosial tak terencana yang meliputi bidang sosial, kesehatan, dan pendidikan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Sembada Pemkab menyerahkan beasiswa program JPS kepada 97 mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Rabu (11/10). Beasiswa itu diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada dua perwakilan penerima di Pendopo Parasamya Sleman.
Kepala Dinsos Sleman Mustadi mengatakan, beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin. Pada kesempatan itu, diserahkan total bantuan sebanyak Rp 727,5 juta. Penerima bantuan merupakan mahasiswa yang berasal dari jurusan psikologi, fisioterapi, gizi, kebidanan, keperawatan, radiologi, teknologi laboratorium medis, dan bioteknologi.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu teman-teman mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Dengan begitu, monggo beasiswa ini untuk dimanfaatkan sebaik mungkin terutama dalam meraih cita-cita,” terangnya kepada Joglo Jogja di Pendopo Parasamya Sleman, Rabu (11/10).
Dalam kegiatan itu, Bupati Sleman menyambut baik adanya penyerahan beasiswa kepada mahasiswa UNISA. Kustini Sri Purnomo menuturkan, penerima manfaat merupakan generasi pilihan yang berhasil terpilih diterima sebagai mahasiswa UNISA.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan di Sleman. Kustini berharap, bantuan yang diberikan dapat membantu mahasiswa meraih masa depan yang lebih baik sekaligus mengangkat derajat keluarga.
“Harapannya anak-anak ini kedepan bisa membangun Sleman. Karena mereka dalam segi akademik dan pendidikan mampu, dengan begitu mereka akan mudah mencari pekerjaan dan akan mampu mengangkat derajat orang tua dan akan memutus rantai kemiskinan di Sleman,” harapnya.

Sementara itu, Rektor UNISA Warsiti mengungkapkan, Kabupaten Sleman nampak sangat komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya. Ia mengaku sangat senang diberi kepercayaan untuk turut berkontribusi didalamnya.
“Mudah-mudahan program ini akan bisa terus kita lanjutkan di tahun yang akan datang. Sehingga harapannya kita mampu bersama-sama membangun Sleman,” tuturnya.
Warsiti juga berharap, mahasiswanya kedepan akan bisa turut berkiprah di Sleman dan wilayah yang lebih luas. Ia juga meminta agar beasiswa tersebut bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
“Harapannya beasiswa ini dimanfaatkan dengan maksimal dan mereka bisa lulus tepat waktu dan berprestasi. Untuk itu, kita akan intens melakukan evaluasi dan monitoring proses pembelajaran mereka,” tutupnya.
Tak hanya JPS, dihari yang sama Pemkab Sleman melalui Dinsos juga menyerahkan bantuan sosial bagi Pejuang Ekonomi Muda Sleman (PEDAS), Program Keluarga Harapan (PKH) Graduasi, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Pasalnya, bantuan yang diberikan merupakan bantuan pemberdayaan sosial PEDAS yang diberikan kepada wirausahawan muda warga Sleman berusia 18-35 Tahun dengan latarbelakang dari keluarga miskin atau rentan miskin.
Kemudian, bantuan tersebut juga diberikan kepada keluarga penerima manfaat PKH yang berakhir kepesertaannya. Hal itu dikarenakan sudah tidak memiliki komponen bantuan atau kondisi sosial ekonomi yang sudah meningkat (PKH Graduasi).
“Selain untuk PEDAS dan PKH Graduasi, bantuan juga diberikan kepada lembaga atau perkumpulan sosial yang melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial yang dibentuk masyarakat (LKS),” terang Kepala Dinsos Mustadi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (11/10).
Mustadi menyebutkan, bantuan tersebut merupakan upaya Pemkab Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kesejahteraan sosial. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 672 juta.
Adapun bantuan yang diserahkan dalam kesempatan tersebut yaitu bantuan untuk PEDAS sebesar Rp 3 juta per-orang dengan jumlah penerima 35 orang. Kemudian bantuan bagi PKH Graduasi yaitu Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) sebesar Rp 3 juta per-orang dengan jumlah penerima sebanyak 134 orang.
“Untuk bantuan bagi LKS yang diserahkan dalam kegiatan tersebut yaitu bantuan hibah berupa uang senilai Rp 7,5 juta per-LKS dengan jumlah penerima sebanyak 22 LKS,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menambahkan, pemberian bantuan itu, sebagai wujud kepedulian dan komitmen Pemkab Sleman dalam memotivasi dan membantu meringankan beban para penerima bantuan. Dengan harapan dapat mengembangkan usaha ekonomi yang lebih produktif.
“Dalam jangka pendek, bantuan ini dapat membantu beban rumah tangga sehingga penerima dapat memiliki kemandirian ekonomi. Sedangkan dalam jangka panjang bantuan ini menjadi investasi bagi tumbuhnya generasi masa depan yang lebih baik melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Meski begitu, dalam peningkatan kesejahteraan, Kustini menyebut perlu adanya kerjasama secara berkesinambungan dan sinergis antara lintas sektoral. Masalah kesejahteraan merupakan sumber dari muncul dan berkembangnya permasalahan sosial yang lain seperti stunting, anak terlantar, keluarga berumah tak layak huni, kriminalitas dan sebagainya.
“Oleh karena itu, masalah kesejahteraan merupakan masalah yang harus ditangani secara serius oleh para stakeholder secara sinergis dan berkelanjutan,” pungkasnya. (bam/all).










