Jepara  

DLH Jepara Telah Antisipasi Kekeringan 2024

SURUT: Direktur Utama PDAM Tirto Jungporo Sapto, ketika mengecek debit air di SWD II, beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Kemarau panjang mengakibatkan sejumlah Desa di Kabupaten Jepara mengalami kekeringan. Agar tidak terjadi kembali di 2024, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyusun rencana.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Nuraini mengatakan, rencana tersebut di antaranya adalah mempertahan air. Yakni dengan penanaman di sejumlah lahan mata air.

Berikutnya, dengan memaksimalkan sumur resapan dan lubang biopori. Manfaatnya akan mempertahankan keberlangsungan air di daerah yang diproyeksikan. Sejauh ini, sudah dilakukan dukungan di beberapa desa di Jepara.

Mulai dari Plajan, Suwawal Timur, Slagi, Wonorejo, Gemulung, Demangan, Bategede, Kedungcino, Sumanding, Dudakawu, Klepu, Jugo, Watuaji, Damarwulan, Suwawal, Cepogo dan Tempur. 17 Desa tersebut, masuk dalam program Kampung Iklim.

Namun, di 2023 ini, Nuraini mengatakan, anggaran untuk mempertahankan air hanya sedikit. Sehingga, ketika musim kemarau melanda, pelaksanaan program tersebut kurang begitu maksimal sebab anggaran yang terbatas.

Meski demikian, menurutnya, terdapat aspek pola pikir dan perilaku masyarakat secara luas. Seperti efek gas rumah kaca, pemanasan global dari pembakaran berlebih, yang kemudian merusak lapisan ozon. Hilirnya adalah kekeringan panjang.

“Selain alam, kembali lagi ke pola hidup kita. Apakah benar-benar sudah mencintai lingkungan, sampai-sampai di faktor iklim yang akibatkan kemarau panjang terjadi,” papar Nuraini kepada Joglo Jateng, Kamis (12/10/23).

Adapun, usulan embung, kata dia, membutuhkan kajian khusus. Karena penyelesaiannya, tidak cuma Lingkungan Hidup (LH) berupa Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), justru leading sectoralnya pengairan.

“Sekali lagi, setiap membuat sesuatu, kita harus membuat Amdal. Jangan sembarangan. Yang sudah taat regulasi dan sesuai tahapan saja kadang masih riweh, padahal tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Wadas, Purworejo,” pungkasnya. (cr2/fat)