PATI, Joglo Jateng – Guru MTsN 1 Pati, Faiz Affan, menjadi satu-satunya pendidik dari Jawa Tengah yang menerima penghargaan Agen Perubahan dari Menteri Agama RI bersama 43 peserta lainnya. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Ortala Kemenag RI, Nurudin di Bandung beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Nurudin merasa bangga dengan para agen perubahan yang benar-benar telah menjadi mercusuar dan inspirator program di Kementerian Agama. Menurutnya, hal itu perlu dilanjutkan terus.
“Ini bukan sekedar seremoni tapi membangun sistem nilai baru bagi Kementerian Agama. Kita sudah banyak perubahan dan bapak ibu adalah bagian di dalamnya. Kami terima kasih dan mohon diteruskan karena ke depan sangat dibutuhkan inspirator. Penghargaan pola arir ASN juga kita terapkan,” ujar Nurudin, beberapa hari lalu.
Ia menegaskan, sebagai agen perubahan, sudah menjadi sebuah keharusan bisa membangun komunikasi dengan masyarakat dan stakeholder. Di samping itu juga harus membekali diri sebagai ASN yang berkualitas, dapat dipercaya, sikap penuh simpati pada lingkungan kerja, dan masyarakat.
“Harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, inovasi kolaboratif, dalam berorganisasi tidak hidup sendiri, serta harus bisa membaca dinamika organisasi kita,” tegasnya.
Mewakili Menteri Agama, Nurudin mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan agen perubahan saat ini. “Teruslah berkarya, untuk menunjukkan pengabdian di Kementerian Agama,” tandasnya.
Berkat gagasan inovasi tentang digitalisasi madrasah (LMS pada Pembelajaran), Faiz telah berhasil mencanangkan agen perubahan di MTsN 1 Pati seiring dengan dicetuskannya program International Digital Class (IDC) di MTsN 1 Pati.
LMS atau Learning Management System merupakan sebuah perangkat lunak yang khusus dirancang untuk melakukan distribusi, membuat, dan melakukan pengaturan terhadap konten pembelajaran.
“LMS itu portal KBM online, termasuk e-book. Jadi, jadwal, tugas, materi, kehadiran dan lain sebagainya ada disatu LMS itu, khususnya untuk kelas digital MTsN 1 Pati,” terangnya.
Dengan diterimanya penghargaan ini, Faiz berharap program yang ia canangkan dapat terealisasikan dengan baik untuk sebuah perubahan. “Semoga program digitalisasi madrasah, khususnya pada LMS dan pembelajaran di kelas juga pelatihan-pelatihan SDM guru bisa terealisasikan dengan baik, dengan komitmen bersama untuk perubahan,” harapnya.
Ali Musyafak, Kepala MTsN 1 Pati merasa bahagia sekaligus bersyukur saat menyaksikan penyerahan penghargaan, pasalnya gurunya terpilih menjadi agen perubahan dan merupakan satu-satunya penerima dari MTs se-Jawa Tengah.
“Kita wajib berubah. Hari ini harus lebih baik dari pada hari kemarin agar kita tergolong orang-orang yang beruntung. Untuk itu kami selalu mendorong kepada para guru dan tenaga kependidikan untuk selalu berinovasi, berkreasi, dan berkolaborasi agar kita memiliki nilai lebih serta menjadi pembeda dengan ASN yang lain,” imbuhnya.
Syafak juga menekankan, sebagai ASN harus bisa memberikan kontribusi yang lebih artinya tidak hanya menjadi ASN yang biasa-biasa saja namun memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi agar memperoleh keberkahan yang luar biasa dalam bekerja.
“Alhamdulillah, semakin banyak guru-guru kami yang telah memperoleh penghargaan, baik di bidang akademik maupun inovasi. Semoga akan menjadi inspirasi sehingga MTsN 1 Pati semakin kerren, menjadi agen perubahan yang sesungguhnya, dan lebih barokah tentunya,” pungkas Syafak. (lut/fat)










