Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran

SEMPROT: Petugas Damkar Kabupaten Pemalang melakukan pemadaman kebakaran akibat korsleting listrik di gedung sekolah, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pemalang menghimpun setidaknya terdapat 164 kasus kebakaran yang terjadi dari awal tahun hingga akhir Oktober 2023. Dari banyaknya kasus tersebut, tercatat 69 di antaranya merupakan kebakaran rumah atau gedung yang didominasi oleh korsleting listrik.

Kepala Unit Damkar Kabupaten Pemalang Diar Hendrayanto menyebut, kebakaran yang melanda rumah dan bangunan disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang sering terjadi yaitu karena korsleting listrik, kemudian disusul oleh kelalaian yang bersumber dari ruang dapur.

Baca juga:  Mansur-Bobbi Dapatkan Rekomendasi Gerindra

“Penyebab paling umum untuk kebakaran rumah ya korsleting listrik. Karena masyarakat masih sulit mendeteksi indikasinya. Selain itu, kebakaran yang bersumber dari dapur seperti kebocoran gas juga cukup sering,” ujarnya.

Diar menjelaskan, korsleting listrik sering menjadi momok lantaran masyarakat kurang paham mengenai risiko dalam kelistrikan. Ia menilai, penggunaan stop kontak yang kelebihan arus listrik sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal faktor tersebut dapat memicu panas berlebih yang dapat sebabkan kebakaran.

Menanggapi faktor yang sering terjadi, Diar berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam  penggunaan stop kontak. Selain itu, pemilihan kualitas kabel pada stop kontak juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan standar dan fungsinya. Masyarakat juga diminta untuk selalu memonitor kondisi regulator dan meletakkan tabung gas di tempat yang terbuka, untuk menghindari ledakan gas yang terkumpul. (cr9/abd)