Kudus  

Inovasi Museum Virtual Tour Pati Ayam Raih Juara

BANGGA: Tim Riset MAN 1 Kudus bersama pembimbing berfoto bersama saat penerimaan hadiah Juara 1 di FISIP UNDIP, beberapa waktu lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Riza Dwi Maylina (XI IPS 4) dan Zahratul Wahidiyah (XI IPS 4) siswa MAN 1 Kudus mencatat prestasi gemilang. Ia berhasil meraih juara 1 esai nasional dalam Diponegoro Social Political Competition 8.0 (DSPC). Bertema Glory Quest of Indonesia: Menuju Indonesia Emas 2045 melalui Optimalisasi Peran dan Inovasi Gen Z, digelar Bidang Riset dan Keilmuan BEM FISIP UNDIP.

Di bawah bimbingan riset SHIP, sekaligus guru pengampu mata pelajaran sejarah, Vita Sri Pujiati, tim riset MAN 1 Kudus mengangkat Patiayam Explorer: Game Card Linimasa Berbantuan Android. Yakni sebagai Media Pembelajaran Situs Purbakala Patiayam Kudus.

Vita menjelaskan, Patiayam Explorer adalah media pembelajaran interaktif berbantuan android untuk meningkatkan minat pelajar dalam mengenal. Dan memahami kekayaan sejarah di Situs Purbakala Patiayam Kudus. Patiayam Explorer terdiri dari kartu cetak yang meliputi linimasa periode, linimasa tokoh, dan linimasa fosil.

“Untuk membuatnya lebih interaktif dan asyik, Patiayam Explorer dilengkapi dengan website www.patiayam-explorer.com dengan konten menarik, di antaranya Museum Virtual Tour, Blog Linimasa, dan Kuis Linimasa. Sementara, game card linimasa ditampilakan dalam website berbentuk QR code,” jelasnya kepada Joglo Jateng.

Patiayam Eksplorer, lanjut Vita, telah diterapkan dalam pembelajaran sejarah di kelas X-12 dan XI IPS 4 MAN 1 Kudus. Hasil uji kelayakan media dari 13 indikator mengatakan sangat setuju (SS) terhadap kualitas kemudahan media. Hal ini didukung dengan hasil tes siswa yang meningkat dari pre-test ke post-test.

“Pembelajaran ini juga ternyata bisa berimbas pada pengetahuan siswa. Usai kami adakan pre test dan post test. Hasilnya ada kemajuan, mereka bisa lebih mengetahui mengenai kondisi zaman lampau dan lebih menyukai mata pelajaran sejarah,” imbuhnya.

Ke depan Vita dan tim riset berencana menambahkan fitur dan museum lain dalam aplikasinya. Sebab ia yakin, inovasi ini memberikan jalan untuk para pelajar lebih mencintai sejarah. Ia berharap, dinas terkait dapat meningkatkan promosi kunjungan ke Museum melalui progran Museum Goes To School di kalangan Pelajar

Kepala MAN 1 Kudus, H. Taufik, merasa gembira atas raihan prestasi dari tim riset SHIP MAN 1 Kudus ini. Ia berharap inovasi-inovasi dalam kajian ilmu sosial dapat semakin produktif dan madrasah mendukung penuh terhadap kehadiran produk-produk inovasi lain.

“Ke depan, inovasi “Patiayam Explorer” ini akan dikembangkan lagi dengan kelengkapan objek wisata untuk Museum Virtual Tour. Agar dapat memperkenalkan museum-museum lain yang ada di Kabupaten Kudus secara lebih luas,” tuturnya.

Sementara itu, Zahratul Wahidiyah, mengaku senang dan tidak menyangka bisa meraih juara 1. Ia mengaku melakukan presentasi dengan lancar pada saat final. Lebih lagi, lanjut dia, audien memberikan sambutan positif terhadap inovasi yang ditawarkan.

Alhamdulillah saat final, presentasi berjalan dengan lancar. Ketiga dewan juri dari Tim FISIP UNDIP memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dijawab dengan mudah dan juga memberi masukan-masukan perbaikan untuk produk kami,” ungkapnya.

Inovasi ini kata dia, berangkat dari keresahan dia dan Maylina terkait rendahnya minat siswa dalam berkunjung ke museum. Selain itu, Zahra juga mengatakan, siswa butuh inovasi baru dalam pembelajaran sejarah di kelas yang lebih menyenangkan.

“Adanya Patiayam Explorer ini, kami berharap bisa meningkatkan minat para pelajar se Kudus khususnya terhadap pelajaran sejarah. Dan antusias untuk berkunjung serta belajar di Museum yang ada di Kudus,” katanya. (cr8/fat)