Andalkan Wisata Lokal, Dispar Sleman Tak Gelar Event Khusus pada Libur Nataru

BERWISATA: Warga masyarakat saat bermain-main di salah satu wahana Desa Wisata Grogol, Godean Sleman, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/ JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menyatakan pihaknya tidak menggelar event wisata pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebagai gantinya, jawatannya akan mengandalkan keberadaan event rutin yang digelar oleh sejumlah objek wisata untuk menarik wisatawan pada libur Nataru .

“Tidak ada agenda khusus. Karena kalender event wisata kabupaten Sleman tahun 2023 sudah ditutup dengan Ngayogjazz yang terselenggara pada pertengahan bulan ini,” terang Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid, Selasa (21/11).

Meski begitu, Ishadi mengaku pihaknya optimistis target tujuh juta pengunjung pada tahun 2023 mampu tercapai. Sebab, berdasar data di Dispar Sleman sampai Oktober 2023, telah ada 5,9 juta wisatawan berkunjung ke Bumi Sembada.

Baca juga:  Warga Diminta Selektif Pilih Angkutan Wisata

Adapun dari 5,9 juta wisatawan yang berkunjung di Sleman itu masih didominasi oleh wisatawan domestik. “Untuk wisatawan mancanegara sejauh ini belum signifikan. Kami optimistis target tujuh juta pengunjung tahun ini mampu tercapai,” tegasnya.

Lebih lanjut Ishadi mengungkapkan, selama ini sejumlah objek wisata masih menjadi andalan jawatannya untuk meraup pengunjung. Selain destinasi di kawasan lereng Gunung Merapi, ada Tebing Breksi dan Candi Prambanan yang jadi destinasi favorit wisatawan.

“Untuk kawasan Sleman Barat, saat ini desa wisata Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan mulai bergeliat. Ada peningkatan wisatawan setelah tempat itu tahun lalu sebagai lokasi digelarnya Ngayogjazz,” urainya.

Baca juga:  Pastikan Kendaraan Laik, Dishub Kota Yogyakarta Gelar Operasi

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengharapkan, adanya even Ngayogjazz yang baru digelar, berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Sleman. Selain itu, juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sleman.

“Dari event Ngayogjazz kemarin, sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Sleman menerima dampak positifnya. Sleman jadi lebih dikenal masyarakat luas,” harapnya. (bam/all)