Tingkatkan Minat Literasi, Apresiasi Sastra di Sekolah

PEMBACAAN: Salah satu siswi SMPN 1 Jetis saat membacakan puisi dihadapan siswa-siswi lainnya, belum lama ini. (DOK.PRIBADI/JOGLO JOGJA)

SALAH satu hal yang perlu dilakukan untuk memajukan sastra yaitu dengan kegiatan apresiasi sastra. Baik itu untuk para sastrawan maupun para calon sastra yang masih belajar di sekolah.

Sastra merupakan cara manusia dalam instrumen pengembangkan bahasa, sehingga tidak hanya memiliki makna tunggal namun selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Hal yang paling memungkinkan dalam pengembangan makna itu yakni karya sastra, baik berupa puisi, cerpen, novel maupun esai sastra.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan, telah berupaya mengenalkan sastra kepada siswa-siswi di sekolah. Baik di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kami sering melakukan pelatihan kepada siswa, termasuk para guru. Kemudian menggelar semacam lomba bertingkat dari sekolah, lalu kabupaten, kemudian kami ikutkan di tingkat provinsi,” terangnya.

Menurutnya, untuk memfasilitasi siswa-siswi belajar sastra, pihaknya pernah melangsungkan program sastrawan masuk sekolah. Selain itu, apresiasi sastra di Bantul cukup bagus. Hal itu terbukti dengan produktifnya sastrawan dalam menghasilkan karya.

“Harapannya siswa-siswi bisa mengenal sastra dari para Sastrawan. Kami di dinas mencoba memfasilitasi dan mendokumentasikannya dalam bentuk buku antologi. Tiap tahun kita lakukan dan kira-kira ada sekitar lima buku yang dicetak setiap tahun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Jetis, Sri Lestari menyampaikan, setiap tahun selalu menggelar lomba sastra atau lomba literasi. Dengan berbagai perlombaan, seperti menulis puisi, membaca puisi, geguritan atau puisi Jawa dan menulis cerita.

“Lomba literasi ini dilakukan setiap tahun dengan tujuan meningkatkan minat literasi membaca dan menulis bagi para siswa-siswi SMPN 1 Jetis. Harapannya kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kegemaran anak didik terhadap literasi,” paparnya.(cr13/sam)