PATI, Joglo Jateng – Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mengingatkan akan potensi bencana di tempat wisata. Peringatan ini untuk mewaspadai bencana jelang libur Natal dan Tahun Baru.
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata pada Dinporapar Pati, Dwi Prasetya mengatakan, pihaknya akan memberikan surat imbauan kepada pengelola wisata untuk mewaspadai resiko terjadinya bencana. Hal ini juga menindaklanjuti surat edaran dari Disporapar Provinsi Jawa Tengah.
“Kita akan membuat surat kepada sebanyak 34 DTW (Destinasi Tempat Wisata) di Kabupaten Pati. Karena iklimnya tidak bersahabat. Seperti adanya hujan dan angin,” kata dia, Minggu (17/12/23).
Pihaknya menyebut, ada sejumlah tempat wisata yang rawan bencana di Bumi Mina Tani ini. Baik itu tempat wisata yang berada di wilayah pegunungan Muria maupun wisata di sepanjang pesisir Pantai Utara.
Di kawasan pegunungan Muria yakni tempat wisata yang berada di Desa Gulangpongge (Gunung Wungkal), Jrahi (Gunungwungkal) Bageng (Gembong). Sementara di sepanjang pesisir pantai yakni tempat wisata yang berada di Desa Sambiroto, Tunggulsari, Tluwuk dan Kertomulyo.
Ke depan, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Yakni melakukan langkah-langkah antisipasi di tempat wisata yang rawan bencana tersebut.
“Itu yang kita waspadai karena ada hujan dan juga gelombang. Bentuk kewaspadaan kita akan bekerja sama dengan BPBD. Kita akan bersurat kepada BPBD sehingga nantinya bisa memetakan lokasi rawan bencana,” ungkapnya.
Mengingat, lanjut dia, jumlah pengunjung tempat wisata di Kabupaten Pati diperkirakan akan meningkat saat libur Natal dan Tahun Baru. Sehingga hal itu membutuhkan kewaspadaan.
“Yang jelas kalau untuk Natal dan Tahun Baru jumlah pengunjung meningkat. Karena pastinya orang dari Jakarta maupun daerah lain akan pulang pasti,” pungkasnya. (lut/fat)










