Pati  

Bocah 5 Tahun Meninggal Dunia Akibat DBD di Pati

BASMI: Fogging yang dilakukan Pihak Dinkes Pati untuk mencegah penyakit demam berdarah, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Seorang bocah berusia 5 tahun asal Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati dilaporkan meninggal dunia akibat terjangkit penyakit demam berdarah atau DBD. Bocah tersebut meninggal pada Kamis (14/12) setelah dirawat di salah satu rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, korban sempat menjalani rawat jalan sebelum dirawat di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati. Namun, kondisinya menurun dan akhirnya tak tertolong.

Selamat Idulfitri 2024

“Sebelumnya sudah periksa ke dokter. Tapi karena kondisinya saat itu masih baik, sehingga hanya rawat jalan. Tapi selang beberapa hari nge-drop dan masuk ke rumah sakit dengan kondisi dengue shock syndrome (DSS) dan meninggal dunia,” ungkap Aviani.

Baca juga:  Antisipasi Kelangkaan, Stok Gas Melon di Pati Bakal Ditambah

Setelah kejadian itu, pihaknya memerintah puskesmas setempat untuk melakukan penyelidikan epidemiologi DBD di lingkungan penderita. Kemudian dilakukan fogging untuk mencegah terjadinya penyakit serupa.

“Pada Sabtu kemarin sudah dilakukan fogging pertama. Selanjutnya akan menyusul,” ujar dia.

Dengan meninggal anak tersebut, jumlah kematian akibat terserang DBD pada 2023 ini bertambah menjadi empat orang. Ke empat korban tersebut berusia anak-anak dan balita.

Sementara untuk kasus DBD sendiri berjumlah 425 kasus pada tahun ini. Angka ini terhitung sejak Januari hingga November 2023. Ia memprediksi kasus DBD bakal bertambah pada bulan Desember ini.

Baca juga:  Pengunjung Lapas Membludak saat Lebaran

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini musim hujan. Menurutnya, kondisi saat ini menjadi waktu yang paling disenangi nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak.

“Maka kami imbau untuk sering menguras bak mandi, menutup tempat-tempat air dan mengubur sampah,” pungkasnya. (lut/fat)