PATI, Joglo Jateng – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati mencatat Pajak Penerangan Jalan (PPJ) menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah Tahun 2023. Sektor ini menyumbang sebesar Rp 58 miliar PAD pada tahun lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan pada BPKAD Pati, Zabidi menjelaskan, capaian PJJ hingga Desember 2023 mencapai 110,16 persen. Adapun target yang ditentukan yakni sebesar Rp 53 miliar.
Ia menyampaikan, PJJ sendiri dibebankan kepada masing-masing Wajib Pajak (WP). Baik meliputi home industri maupun warga masyarakat yang menggunakan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Pajak yang tertinggi nomor satu dari pajak penerangan jalan. Pajak ini yang mungut PLN, setiap bulan di setorkan ke kami. Intinya penggunaan listrik,” jelas dia, belum lama ini.
Sementara penyumbang PAD terbesar kedua yakni dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dengan capaian sebesar Rp 48,9 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 38 miliar.
Adapun penyumbang terbesar ketiga yakni Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2). Realisasi pajak ini menyentuh Rp 29,6 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 28 miliar.
“Realisasi PBBP2 itu 105,83 persen. Sementara kalau BPHTB realisasi 128,87 persen,” pungkasnya. (lut/fat)










