Kudus  

Musim Libur Tahun Baru, Pondok Durian Bu Yati Diserbu Pengunjung

LANGGANAN : Salah satu wisatawan saat menunjukkan durian Margorejo, Dawe, Kudus. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Cuti bersama Natal dan Tahun baru membuat berbagai kawasan objek wisata Kabupaten Kudus dipadati pengunjung. Namun ternyata bukan hanya objek wisata di Kudus yang menjadi buruan, ribuan wisatawan juga mencari salah satu buah yang selalu menjadi favorit banyak orang yaitu buah durian.

Buah durian yang memiliki rasa serta aroma yang khas ini tengah membanjiri sejumlah kawasan di Kota Kudus, salah satunya di Kawasan Pondok Durian Desa Margorejo, Dawe, Kudus. Kawasan ini paling banyak dijadikan pedagang durian dari berbagai daerah untuk menjajakan buah durian mereka. Berbagai macam durian dapat mudah ditemui disini, mulai dari durian ukuran kecil seharga Rp 20.000, hingga yang terbesar Rp 100.000

Baca juga:  Bangunan SD 4 Margorejo masih Aset Pemerintah

Pedagang Durian, Maryati yang akrab disapa Yati, mengatakan, memang saat ini musim durian sudah mulai. Puncaknya Desember sering diserbu wisatawan yang berkunjung. Baik dari Kudus maupun luar kota.

“Kami mendapat berkah dengan banyaknya wisatawan yang ingin menikmati durian kami. Harganya cukup bervariatif. Tergantung ukuran buah. Tetapi biasanya kami sediakan per paket. Misalnya harga Rp 100.000 dapat tiga buah ukuran kecil. Atau dua buah ukuran sedang,” katanya.

Pada hari biasanya, pihaknya hanya menyiapkan 100 buah durian. Namun, saat musim liburan atau weekend. Maryati bisa menjual 300 lebih buah durian.

Baca juga:  TK Al-Manar Kudus Ajarkan Renang Sejak Dini ke Anak Didik

“Ketika orang beli durian kan tidak hanya satu atau dua buah. Biasanya minimal tiga, ada yang dimakan di pondok sini dan sebagian di bawa pulang.

Selama 20 tahun berjualan, Maryati tetap memberikan garansi pada pembeli. Jika durian yang dipilihnya dirasakan  tidak manis, maka ia harus mengganti.

“Kita berusaha memberikan layanan terbaik. Kalau memang ketika buah dibelah dan rasanya anyep atau busuk, maka akan kami ganti dengan yang baru. Tanpa ada tambahan dari pembeli,” ujarnya.

Meskipun begitu, Maryati menjamin, jika durian asli Margorejo memiliki rasa yang manis, pahit dan legit. Bahkan, ia sudah memiliki ratusan pelanggan dari berbagai daerah. Baik Jepara, Pati hingga Demak.

Baca juga:  Yamaha Lexi LX 155 Ramaikan Pasar di Kudus

“Durian kami langsung dari petani. Jadi biasanya kami buka pagi siang atau sore sudah habis. Makanya kami selalu stok banyak kalau di musim liburan ini,” paparnya.

Salah satu wisatawan, Amanda Aulia, mengatakan, bahwa dirinya bersama keluarga memang sengaja datang ke Margorejo untuk menikmati kesegaran alam dan mencari durian. Ardina menyebut kerap berkunjung ke Pondok Bu Yati untuk membeli durian di situ.

“Saya diajak Ibu biasanya memang sering ke sini. Karena sekeluarga pecinta durian. Saya rasa Durian Margorejo ini memang beda dari yang lain. Manis, legit dan ada pahit-pahitnya. ” ujarnya. (cr8)