Kudus  

Putaran Pertama Sub PIN Polio di Kudus Capai 94.094 Anak

TETESKAN: Petugas kesehatan Kabupaten Kudus sedang memberikan vaksin kepada salah satu anak dalam rangka Sub PIN Polio putaran pertama, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus telah melaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio  putaran pertama. Dalam pelaksanaan kali ini Dinas Kesehatan Kudus telah memberikan vaksim kepada 94.094 anak.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dharsono menyampaikan, berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kudus, dari total sasaran SUB PIN Polio putaran pertama sebanyak 97.861 orang, sudah tercapai sebanyak 94.094. Yang mana telah dilakukan pada 15-21 Januari lalu.

“Pencapaian yang di terima sudah menunjukkan partisipasi yang sangat baik dari masyarakat dalam mendukung program imunisasi polio. Akan tetapi, masih ada yang belum melakukan vaksinasi. Itu akan kita lakukan sweeping vaksin,” ucapnya.

Sementara itu, ia melanjutkan, capaian vaksin putaran pertama ini belum sepenuhnya terpenuhi. Masih ada beberapa desa yang memang belum menyeluruh. Beberapa anak masih ada beberapa kendala. Sehingga akan disusul vaksin putaran kedua pada 19-25 Februari mendatang.

“Masih ada 6 desa yang belum mencapai target vaksin. Beberapa diantaranya ada Desa Ngemplak, Purwosari, Wergu Wetan, Sidorekso, Jati, dan Undaan,” katanya.

Hal tersebut, belum mencapai target. Dikarenakan sasaran terlalu tinggi dari yang semestinya. Selain itu, sasaran vaksin sedang pergi. Atau sedang sakit sehingga belum bisa melakukan vaksin.

Dalam kesempatan itu, Dharsono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan SUB PIN Polio. Baik itu dari petugas kesehatan maupun anak-anak yang sudah melakukan vaksin.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, yang sudah antusias dalam mendukung program imunisasi ini. Semoga dengan capaian ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari risiko penyakit polio,” pungkasnya. (cr3/fat)