KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengangkat pasar tradisional sebagai ruang ekonomi kreatif. Hal itu dilakukan, untuk kembali bersaing dengan kota lain di Indonesia, dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2024.
Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengatakan, PPD 2024 mengangkat tema pasar sebagai ruang dan bagian dari pertumbuhan aktivitas ekonomi kreatif. Lantaran, pasar pada dasarnya punya peluang dikembangkan lebih luas, tidak hanya sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli.
“Pasar rakyat di wilayah perkotaan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif. Untuk itu, kami ingin membuat inovasi bagaimana pasar dijadikan ruang bertemu selain antara penjual pembeli. Tapi berkumpulnya anak-anak muda sebagai dalam menciptakan produk ekonomi kreatif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, baginya produk ekonomi kreatif memiliki nilai tambah. Ketika terdapat produk yang sama, dikelola, dibranding dan dikemas dengan baik, maka nilai tambahnya akan semakin lebih tinggi.
“Ini yang harus kita tangkap peluangnya untuk dikembangkan, sudah kami coba di beberapa pasar. Seperti di Pasar Prawirotaman, Kranggan, dan di akhir Februari nanti diresmikan Pasar Sentul. Kemudian, di tahun yang sama akan segera menghadirkan Pasar Terban baru,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menambahkan, pasar bisa dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat dan pelaku kreatif mengembangkan ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kriya, fashion, film, musik dan desain visual. Dengan melibatkan banyak komunitas dan pelaku.
“Inovasi ini perencanaannya sudah kami mulai sejak 2020, yang kemudian kami dukung ekonomi kreatif di Pasar Prawirotaman, Ngasem, Beringharjo dan Kranggan. Ke depannya Pasar Pasty juga akan dikembangkan untuk wisata keluarga dan kuliner malam,” pungkasnya.(riz/sam)










