Pati  

Jampisawan Pati Minta Kejelasan Fungsi Bendung Karet

MEGAPROYEK: Proses pembangunan Bendung Karet di Sungai Juwana, belum lama ini. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) Pati meminta kejelasan fungsi pembangunan Bendung Karet di Sungai Juwana. Organisasi yang konsen terhadap isu lingkungan itu menilai megaproyek tersebut sarat akan masalah.

Ketua Jampisawan, Sunhadi mengungkapkan, petani di sepanjang sungai Juwana akan terkena dampak Bendung Karet. Dari mulai petani yang ada di Kecamatan Jakenan, Juwana, Pati, Margorejo, Gabus, Kayen, bahkan Sukolilo.

Selamat Idulfitri 2024

Bendungan yang terletak di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan itu dinilai akan merubah masa tanam para petani. Sehingga hal ini dianggap akan menimbulkan masalah baru.

Baca juga:  Jalan Sumbersoko-Tompegunung Longsor

“Bendung karet akan mengakibatkan perubahan besar. Khususnya pertanian. Jadi petani ini akan terdampak karena masa tanamnya berubah,” ujar Sunhadi.

Pembangunan bendung karet tersebut juga dinilai bertolak belakang dengan klaim bisa mengatasi banjir di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai Juwana. Menurut Sunhadi, bangunan tersebut justru membuat kiriman air kawasan hulu semakin sulit terkendali.

“Bendung karet itu hanya untuk menghalau air asin dari laut. Jadi kalau untuk mengatasi banjir saya kira salah. Masyarakat di Jakenan ini sering kebanjiran, tapi asalkan sudah panen. Tapi kalau ini bisa kebanjiran dan enggak panen pula,” ucapnya.

Baca juga:  Kunjungi Korban Banjir di Pati, Begini Kata Kepala BNPB

Pihaknya pun meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pamali Juana untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait pembangunan Bendung Karet tersebut. Sebab selama ini belum ada sosialisasi dari pihak terkait soal proyek itu.

“Kami minta BBWS harus bisa menjelaskan ini kepada masyarakat. Pemerintah harus memberikan jawaban pasti khususnya kepada para petani. Jampisawan siap fasilitasi. Karena kalau sosialisasinya di desa informasi tidak sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (lut/fat)