SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyampaikan prakiraan cuaca di Jawa Tengah tiga hari ke depan masih berpotensi hujan lebat. Yakni mulai 22 hingga 24 April 2024 mendatang.
Prakirawan BMKG Stasiun Ahmad Yani Semarang Gempita Icky Dzikrillah mengatakan, wilayah pegunungan dan Jawa Tengah bagian selatan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Sehingga diharap masyarakat sekitar untuk waspada karena khawatir akan menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor.
“Yang perlu diwaspadai hujan sedang hingga lebat pada tiga hari ke depan, secara umumnya potensi masih besar disekitaran wilayah pegunungan dan Jateng bagian selatan. Termasuk wilayah Solo Raya bagian Selatan. Seperti di Wonogiri, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan sekitarnya,” jelas Icky saat ditemui di kantornya, Minggu (21/4/24).
Menurutnya pada tanggal 22, 23, dan 24 April 2024, potensi hujan sedang hingga lebat akan mengguyur wilayah Pantura Timur. Di antaranya Kabupaten, Demak, Kudus, Jepara, dan Pati.
Pihaknya mengaku untuk potensi bencana kemungkinan akan terjadi di daerah dengan intesitas hujan sedang hingga lebat. Jika di daerah pegunungan akan berdampak pada longsor, di Pantura kemungkinan akan terjadi banjir.
“Untuk di wilayah tersebut (Pantura Timur) potensi yang sering terjadi adalah banjir. Jadi di wilayah-wilayah itu ketika terlihat sudah ada potensi terjadi hujan sedang hingga lebat dan berlangsung hingga beberapa hari perlu diwaspadai. Untuk masyarakat dan juga instansi terkait untuk melakukan mitigasi-mitigasi demi mencegah adanya dampak yang lebih besar,” tegasnya.
Lebih lanjut pihaknya pun mengimbau untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana agar lebih aware dalam beberapa hari ke depan. Terutama wilayah yang berpotensi terjadi cuaca hujan sedang hingga lebat.
Icky mengungkapkan bahwa saat ini masih berada pada musim peralihan. Kondisi cuaca juga berubah-ubah. Karena itu masyarakat diminta waspada serta mengikuti informasi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan BMKG.
“Untuk masyarakat selalu mengikuti informasi-informasi yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Seperti BMKG dan BPBD. Mungkin beberapa barang-barang yang memang perlu diamankan dari banjir ataupun longsor bisa disimpan dengan baik ditaruh ditempat yang mudah dijangkau apabila sewaktu-waktu ada potensi terjadi bencana,” jelasnya.
Di sisi lain, Icky menyebut bahwa fenomena El Nino saat ini sebenarnya secara indeks atau angka sudah berangsur ke arah normal. Sehingga dampaknya kurang begitu signifikan untuk bisa dikatakan sebagai pemicu utama dalam hujan yang terjadi belakangan ini.
“Kalau secara tren iya dia (El Nino) sudah menuju ke arah normal,” tandasnya. (luk/gih)










