JEPARA, Joglo Jateng – Sumber Daya Manusia (SDM) generasi pengukir di Kabupaten Jepara semakin minim. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Jepara mengambil kebijakan strategis melalui pendidikan.
Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara, Ali Hidayat mengatakan, muatan lokal (mulok) seni ukir menjadi pembelajaran wajib pada intrakurikuler sekolah yang harus di terapkan. Di samping itu, buku atau modul ekstrakulikuler keterampilan ukir yang telah disiapkan, perlu dimanfaatkan bagi siswa-siswi SMP dalam pembelajaran.
Dengan begitu, pihaknya selalu menggalakkan mulok ke setiap instansi pendidikan. Lebih lanjut, proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) juga dapat memberi ruang pada bagian kearifan lokal daerah, seperti seni ukir Jepara.
“Sebenarnya secara kurikulum nasional itu tidak ada mulok seni ukir. Menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing per daerah,” jelas Ali sapaannya.
Ia menyebut, telah memiliki peraturan daerah (Perda) No 1 Tahun 2011 yang disempurnakan dengan perda No 1 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan yang juga mengatur seni ukir sebagai muatan lokal. Namun, tidak banyak sekolah menjalankannya.
Bahkan, diketahui pengajar seni ukir di Jepara hanya terbatas. Sebagian besar merangkap dengan guru seni rupa atau guru prakarya.
“Kendala kami juga pada pengajar seni ukir, yang semakin tahun kian berkurang,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Disdikpora akan menggelar pelatihan dan keterampilan ukir bagi guru dan siswa-siswi SMP dan SD se-Kabupaten Jepara. Kegiatan itu akan berlangsung pada 2-3 Mei 2024 di SMK N 02 Jepara. Kuota diberikan kepada 100 peserta, yakni 50 untuk guru dan 50 untuk siswa-siswi baik SMP dan SD.
“50 peserta dari SMP dan diutamakan dari siswa-siswi kurang mampu. Kelas IX SMP agar bisa masuk PPDB Jurusan Kriya Kayu di SMK N 02 Jepara. Sebab, di sekolah ini satu-satunya sekolah yang memfasilitasi jurusan ukir,” jelasnya.
Melalui pelatihan tersebut, pihaknya berharap, dapat menjadi langkah bijak dalam menumbuhkan bibit generasi pengukir di Jepara. Sekaligus untuk memperingati hari pendidikan nasional.
“Kurangnya generasi pengukir, sehingga menjadi tanggung jawab Pemkab untuk menghidupkan seni ukir di Jepara agar tidak punah,” tambahnya. (cr4/fat)










