SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani Semarang menyebut potensi hujan lebat disertai petir akan terjadi hingga 3 Mei 2024 mendatang. Sejumlah wilayah diharapkan untuk tetap berhati-hati dan waspada.
Adapun wilayah yang sangat berpotensi terjadi hujan ialah pegunungan tengah, seperti Banyumas, Bumiayu, Selawi, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, hingga Temanggung. Tak hanya pegunungan tengah, wilayah Jawa Tengah timur seperti Blora, Grobogan, Sragen juga berpotensi hujan lebat.
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri mengungkap, hujan lebat berlangsung dari siang hingga sore hari. Oleh karena potensi hujan lebat yang akan berlangsung selama seminggu ke depan, Winda pun meminta masyarakat Jateng waspada terhadap ancaman becana. Selain berpotensi tanah longsor, bencana lainnya seperti puting beliung dan hujan es bisa saja terjadi.
“Potensi bencana Jateng masih peralihan dari hujan ke kemarau. Potensi cuaca ekstrem ini masih perlu diwaspadai, seperti bencana puting beliung dan hujan es. Dan juga adanya petir,” ujar Winda, belum lama ini.
Winda pun mengimbau masyarakat untuk waspada akan petir dan puting beliung, sebab pihaknya menerima laporan terkait sambaran petir selama bulan April 2024 di Jawa Tengah sampai memakan korban jiwa. Prediksinya petir akan ada hingga Juni mendatang.
“Kalau sambaran petir bulan April di Demak sampai ada korban. Untuk puting beliung itu di Blora sering, daerah timur sering,” paparnya.
Menurutnya, sambaran petir yang keras dan sering terjadi ini tak lepas dari transisi musim hujan menuju musim kemarau. Hujan lebat yang terjadi membuat petir sering kali menyambar, bahkan hingga memakan korban jiwa.
“Ketika masyarakat beraktivitas kan cuaca berubahnya cepat, dari cerah lalu hujan lebat. Itu kurang diantisipasi oleh masyarakat. Masyarakat harus segera menghentingkan aktivitas di tanah lapang dan sawah jika terjadi petir, cari tempat berlindung,” tegasnya.
Lebih lanjut, jika potensi hujan lebat sudah mulai terlihat, utamanya saat awan berubah sangat gelap, Winda meminta masyarakat yang sedang berada di luar untuk mengamankan diri. “Jauhi pohon besar karena rawan tumbang, rawan tersengat petir, baliho besar, bangunan rawan roboh, dan semi permanen. Itu wajib dihindari,” tandasnya. (luk/gih)










