Perangkat Kalurahan Korupsi, Pemkab Bantul Tunggu Putusan

Asisten Kepemerintahan dan Kesra Pemkab Bantul Hermawan Setiaji
Asisten Kepemerintahan dan Kesra Pemkab Bantul Hermawan Setiaji. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Perangkat Kalurahan Muntuk berinisial inisial SY bersama temannya SR ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi keuangan kalurahan, beberapa waktu lalu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul pun masih menunggu keputusan hukum akhir dari proses peradilan untuk melakukan tindak lanjut.

Asisten Kepemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul Hermawan Setiaji menyampaikan, korupsi yang terjadi di Kalurahan Muntuk ini merupakan kasus lama yang terjadi beberapa tahun lalu. “Jadi korupsi di Kalurahan Muntuk ini sudah lama. Pengumpulan data dan pendalaman dari penyidik sudah lama. Kalau dari penyidik, kasus ini terjadi sekira 2018-an,” ungkapnya, Senin (20/5/24).

Baca juga:  Luas Areal Tanam Padi di Bantul Diperkirakan Menyusut

Dijelaskan bahwa Pemkab Bantul mendapatkan laporan kasus ini sejak tahun lalu. Hal itu dikarenakan pihak penyidik sering melakukan komunikasi dengan inspektorat Pemkab untuk mengumpulkan data atau informasi.

“Kalau dari Pemkab, penyidik itu memang ada komunikasi dengan inspektorat, itu pasti. Untuk tukar-menukar informasi itu akan selalu ada. Kurang lebih satu tahun lalu,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait tindak lanjut yang akan dilakukan Pemkab terkait kasus ini. Pihaknya akan menunggu terlebih dahulu keputusan dari peradilan.

“Pemkab akan mengikuti proses hukum itu, nanti hasilnya apa pun akan kita tidak lanjuti. Karena kemarin sudah ditetapkan sebagai tersangka, kemudian sudah dilakukan penahanan. Nanti kita menunggu kebenaran hukumnya seperti apa. Intinya seperti itu,” ujarnya.

Baca juga:  Pedagang Hewan Kurban Bantul Keluhkan Harga Tinggi Akibat Panitia Beli Langsung ke Peternak

Hermawan mengatakan, untuk perangkat desa yang telah melakukan korupsi, akan ada penunjukan pelaksana harian (Plh) untuk mengganti yang bersangkutan. “Tapi saat ini kami masih akan menunggu keputusan peradilan terlebih dahulu,” tandasnya. (nik/abd)