Jepara  

Gaungkan Warisan Kartini, Pegiat Kartini Harap Kebaya Kartini Masuk Memori Kolektif Bangsa

SEPAKAT: Para pegiat Kartini dari Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL), Yayasan Kartini Jepara, dan juga para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Jepara saat acara Workhsop Kebaya R.A. Kartini di Restaurant Maribu Jepara pada Selasa (21/5/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Ketua Yayasan Kartini Kabupaten Jepara Hadi Priyanto juga mengatakan, dengan memakai kebaya Kartini, perempuan di Indonesia tidak hanya mengenang sejarah. Tetapi juga menunjukkan kebanggaan akan identitas dan budaya bangsa.

“Menghidupkan Kartini melalui kebaya yang dikenakan. Semoga ini menjadi jalan ikhtiar bersama menuju kebaikan,” papar Hadi yang juga menjadi budayawan Jepara.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tata Busana Kabupaten Jepara, Indri Mustika mengatakan bahwa tujuan dalam mengajukan Kebaya Kartini ini, lantaran ingin membesarkan gagasan Kartini menjadi inspirasi bangsa Indonesia. Namun, di satu sisi ingin memberikan pemahaman terkait dengan filosofi dan sejarah kebaya.

Oleh sebab itu, menurutnya, menarik jika busana Kebaya Kartini diajukan menjadi model busana kebaya pakaian bagi para dinas juga pelajar di wilayah Kabupaten Jepara. Terlebih busana Kebaya Kartini banyak yang telah dimodifikasi menjadi kebaya mancanegara.

“Supaya membesar gaungnya, kami ingin mengajukan Kebaya Kartini ini menjadi warisan yang dapat dikenal oleh masyarakat. Tentunya, kami menggandeng dengan berbagai pihak. Baik dari dinas terkait, yayasan, guru tata busana, dan lainnya,” pungkasnya. (cr4/gih)