Anom dan Mansur Diprediksi akan Head To Head

Pengamat politik dari Universitas Pancasakti, Unggul Sugiharto
Pengamat politik dari Universitas Pancasakti, Unggul Sugiharto. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Cendekiawan Politik dari Universitas Pancasakti memprediksikan, kemungkinan yang akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pemalang 2024 ada dua calon. Mereka adalah Anom Widiyantoro dan bupati petahana Mansur Hidayat.

Pengamat politik dari Universitas Pancasakti, Unggul Sugiharto menyatakan, akan ada duel head to head antara petahana melawan seorang direktur anak perusahaan BUMN. Hal itu karena dua figur ini merupakan yang terkuat dibandingkan beberapa calon lain, yang beberapa waktu belakangan muncul di sejumlah media, setelah mendaftarkan diri menjadi Bacabup di salah satu partai politik.

Baca juga:  Lepas 708 Calon Haji, Mansur Imbau Jaga Kesehatan

“Bisa dibilang dua figur itu yang terkuat saat ini. Jadi kemungkinan tarung head to head terjadi antara Mansur Hidayat dengan Anom Widiyantoro,” jelasnya, belum lama ini.

Pihaknya menjelaskan, kedua pemuda asli Pemalang itu memiliki elektabilitas yang stabil, bahkan cenderung naik, serta didukung kapasitas logistik yang mumpuni. Sehingga pantas bagi mereka berduel pada kontestasi lima tahunan tersebut.

Walaupun begitu, Sugiharto menuturkan jika dilihat dari sudut pandang peta sebaran kursi partai politik, ada kemungkinan terdapat tiga pasangan calon. Hasil Pemilu 2024, ada PDI Perjuangan memperoleh 12 kursi dan PKB 11 kursi, maka dapat mengusung calon sendiri. Namun, yang menarik, karena partai lain juga punya peluang koalisi kecil, yaitu dua parpol cukup mengusung Bacabup.

Baca juga:  Masyarakat tidak Direkomendasikan Fogging secara Mandiri

“Ya kalau selain dua figur itu, beberapa nama-nama yang beredar ini bisa juga masuk dalam bursa pilbup menjadi pasangan calon ketiga. Yaitu Slamet Efendi, Nurkholes, Istadi, RM Nurhidayat Hanyokrokusumo, Istadi, Herry Setiawan dan Eka Prasetya Wardaya,” pungkasnya.

Adapun untuk maju sebagai Bacabup, para figur itu harus memiliki program tepat, sebab saat ini Pemalang mempunyai kompleksitas permasalahan yang harus segera ditangani serius. Terlihat dari angka Indeks pembangunan manusia (IPM) di peringkat terbawah se-Jateng, anak tidak sekolah, banjir rob yang tak kunjung mereda, hingga jalan rusak menjadi keluhan utama masyarakat beberapa tahun belakang.(fan/sam)