Warga Tolak Pembangunan TPA Purana, Mansur Nilai DLH Kurang Komunikasi dengan Masyarakat

KUNJUNGAN: Bupati Pemalang Mansur Hidayat saat mengunjungi TPA Pesalakan untuk gerakan penanaman pohon, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Bupati Pemalang Mansur Hidayat menyebut tidak adanya komunikasi secara baik dan teratur antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dengan masyarakat Desa Purana dan sekitarnya, menurutnya satu alasan kuat warga menolak pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Purana, Kecamatan Bantarbolang. Serta memberikan penjelasan, ini penting untuk kebaikan bersama.

Mansur berpendapat, kurangnya informasi serta komunikasi yang lengkap dari DLH jadi alasan utama mengapa masyarakat Purana melakukan aksi demo penolakan di Kantor Desa Purana, belum lama ini. Maka pihaknya menekankan agar DLH bisa berkomunikasi intens dengan warga dalam membangun kepercayaan.

Baca juga:  Sidang Paripurna, Seluruh Fraksi Soroti Peredaran Narkoba di Pemalang

“Harusnya kemarin sudah selesai, tetapi ternyata dinas terkait (DLH) kurang komunikasi dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat sekitar titik pembangunan TPA di Purana. Tetapi kami langsung berkoordinasi agar masyarakat bisa tenang dan menerima,” tuturnya, Rabu (29/5/24).

Pembangunan TPA Purana yang digadang-gadang akan menggantikan TPA Pesalakan ini, tidak akan memiliki konsep seperti di sebelumnya. Di mana TPA ini akan dibangun dengan lebih efisien, mengedepankan fungsi pengolahan sampah tepat guna, sehingga bisa menjadi barang baru yang bermanfaat.

Dalam pengelolaannya, Pemkab akan menunjuk PT. Aneka Usaha (PTAU) sebagai penanggungjawab serta pengelola TPA Purana. Sampah yang terkumpul tidak lagi ditimbun, melainkan PTAU akan mengolahnya menjadi barang baru seperti briket sebagai bahan bakar ataupun bahan campuran industri. Sehingga bisa dijual untuk selanjutnya menjadi pendapatan daerah melalui BUMD PTAU milik Pemkab Pemalang.

Baca juga:  Dwi Hartono Kembalikan Formulir, Siap Maju Bacabup Pemalang

“Desain besarnya bukan hanya sebagai TPA saja, tetapi sampah akan diolah oleh PTAU. Sehingga bahan baku yang gratis ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah melalui PTAU,” terangnya.(fan/sam)