Jelang Iduladha, Dispertan Kota Semarang Segera Keluarkan SE Pengawasan dan Penjualan Hewan Kurban

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur
Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Menjelang Hari Iduladha yang jatuh pada 17 Juni mendatang, Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang segera mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pengawasan dan peredaran penjualan hewan kurban. Baik itu untuk kambing maupun sapi. Hal ini diupayakan guna menghindari wabah seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengukapkan, pihaknya terus mewaspadai peredaran hewan antardaerah atau provinsi secara ketat. Termasuk, kepada para penjual yang biasanya akan marak di beberapa tempat.

Baca juga:  8.536 PKD di Jateng Siap Tancap Gas Sambut Pilkada

“Karena kedua penyakit itu (PMK dan LSD, Red.) yang berpotensi menular ke tubuh manusia. Tahun ini sepertinya tidak ada, kalaupun ada tapi kemungkinan kecil. Namun, kita tetap waspada pada persoalan di penyakit itu sendiri,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Terkait pemantauan penjualan hewan sapi dan kambing, kata Hernowo, Dispertan akan melakukannya sekurang-kurangnya H-2 minggu sebelum Iduladha. Pihaknya bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk melakukan pemantauan. Sekaligus pendampingan bagi masyarakat yang bertugas sebagai panitia potong hewan qurban di luar Rumah Potong Hewan (RPH).

Baca juga:  TK Swasta dan PKBM di Semarang Berpotensi Bayar Sewa Lahan

Dirinya mengimbau kepada penjual hewan untuk wajib melapor ke pemangku wilayah setempat. Hal itu supaya terpantau selama melakukan transaksi hewan kurban.

“Mereka harus melapor ke wilayah setempat supaya terpantau dan melaporkannya ke Dispertan. Nanti kita lihat dan mereka harus melaporkan bila ada hewan yang sakit supaya kita dapat melihat dan mengontrol,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada masyarakat untuk lebih cerdas dan bijak dalam memilih hewan qurban. Adapun beberapa tips yang patut dicermati, salah satunya hewan harus memenuhi syarat secara agama yakni berusia dewasa dan jantan.

Baca juga:  PPDB SD di Semarang akan Dibuka 18 Juni, Ada 3 Jalur

“Mesti harus sehat. Kalau tidak yakin kunjungilah ke tempat-tempat yang dijamin kesehatan seperti pesan di RPH yang lebih terkontrol kesehatannya,” kata Hernowo. (int/adf)