Kudus  

Masyarakat Diminta Waspada saat Musim Kemarau

PADAMKAN: BPBD Kudus saat memadamkan api di Desa Cranggang Kecamatan Dawe, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mengantisipasi tiga hal dalam menjaga lingkungan. Hal tersebut meliputi bencana kekeringan, kebakaran dan penyakit.

Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji menyampaikan, berdasarkan keterangan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Kretek memasuki musim kemarau dari Mei hingga Agustus. Diperkirakan puncak kemarau terjadi pada Juli-Agustus.

“Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan stackholder perusahaan dan desa-desa dalam rangka antisipasi kemarau. Jadi sudah kami sampaikan informasi itu pada masyarakat,” kata Munaji pada Joglo Jateng.

Baca juga:  Nasabah Bank Sampah Muria Berseri Mulai Sadar Olah Sampah

Biasanya sering terjadi kekeringan yang disebabkan karena perubahan iklim. Tetapi air untuk persawahan masih layak digunakan. Namun air untuk kebutuhan minum yang perlu di droping. Tahun kemarin kekeringan terjadi di 8 desa 3 kecamatan. Seperti Kecamatan Kaliwungu 5 desa, Kecamatan Undaan 2 desa, dan Kecamatan Jekulo 1 desa.

“Daerah-daerah kekeringan itu setiap kedalaman 20 meter air sudah habis. Resapannya kurang dan air bawah tanah kurang. Sehingga kami harus mempersiapkan tandon air untuk permintaan air,” imbuhnya.

Selanjutnya, bencana kebakaran hutan, rumah dan lahan (karhutla). Dia mengimbau kepada masyarakat di masing-masing desa bersatu untuk mewaspadai terjadinya karhutla di lahan kering dan hal-hal yang dapat memicu kebakaran.

Baca juga:  630 Siswa SDIT Al Islam Gelar Aksi Bela Palestina

“Selain karhutla, musim kemarau juga berpotensi terjadi kebakaran rumah. Jadi sudah kami sampaikan informasi itu pada masyarakat,” katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan. Faktor yang menjadi pemicu pada saat musim kemarau adanya debu. Sehingga bisa mengganggu pernapasan.

“Tolong sebisa mungkin dijaga kesehatan masing-masing, utamanya debu. Pada musim kemarau ini banyak debu dan polusi yang dapat mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Hal ini harus dia sampaikan agar mereka berhati-hati untuk mencegah bencana di masing-masing daerah. Karena perkiraan musim kemarau di Kudus kurang lebih hampir 13 dasarian atau 130 hari. (cr3/fat)