Pati  

PSP Pati Minta Pemkab Bangun Pangkalan Truk Permanen

DISKUSI: Pertemuan pengurus PSP Pati, beberapa waktu lalu. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Sopir truk bermuatan besar di Kabupaten Pati kembali gelisah. Pasalnya, pangkalan truk sementara yang terletak di Kecamatan Margorejo, Pati kini sudah tidak bisa lagi digunakan.

Ketua Paguyuban Sopir Pati (PSP), Muhammad Syahidul Anam mengungkapkan, sudah hampir dua tahun ini para sopir di Pati memarkirkan kendaraannya di pangkalan sementara tersebut. Namun, lahan bekas garasi Bus Budi Jaya itu kini telah dijual oleh pemiliknya.

“Mulai 7 Juni 2024 pangkalan sementara sudah tidak bisa dipakai. Menurut yang punya karena sudah dijual. Pemilik yang baru minta lahan dikosongkan,” kata dia, Selasa (11/6/24).

Baca juga:  Niat Ambil Mobil Rentalan, Empat Orang Dihajar Massa di Sukolilo Pati Usai Diteriaki Maling

Anam menyebut, ada ratusan sopir di Kabupaten Pati yang membutuhkan tempat untuk menaruh kendaraannya. Dirinya menyebutkan ada sebanyak 100 truk lebih. Dilihat dari anggota PSP sudah ada 325 orang. Mereka sopir dan bawa truk semua.

Kondisi tersebut membuat para sopir kebingungan mencari tempat parkir yang aman. Sebab, mereka khawatir kehilangan barang ketika parkir di sembarang tempat.

“Oleh karena tidak ada pangkalan, teman-teman sopir parkir sembarangan lagi. Ada yang di pinggir jalan dan SPBU. Risikonya bisa berantem dengan masyarakat, aki kendaraannya bisa hilang dan spionnya diambil orang,” ujarnya.

Baca juga:  Perbaikan Jalan Alternatif Pati-Grobogan Butuh Rp 500 Juta

Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati membangun pangkalan truk secara permanen di Bumi Mina Tani ini. Apalagi hal tersebut pernah dijanjikan untuk direalisasikan.

“Saat audiensi di DPRD pada April 2022 lalu, dewan menjanjikan untuk menganggarkan pembangunan pangkalan permanen pada 2023,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, PSP juga akan mengajukan audiensi di DPRD Pati. Komunitas sopir yang bernaung di dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) itu berharap tuntutan mereka bisa dipenuhi.

“Kita akan minta supaya disediakan pangkalan sementara sebelum permanen. Sehingga tanggal 24 Juni nanti mau audiensi di DPRD. Meminta pangkalan sementara dan menangggih janji pangkalan permanen,” pungkasnya. (lut/fat)