SDIT Umar bin Khathab Miliki 3 Kelas Unggulan

KHIDMAT: Siswa-siswi nampak khusyu membaca Alquran dalam program unggulan tahfidz di SDIT Umar bin Khathab, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Umar bin Khathab memiliki visi membentuk generasi alim, mandiri dan peduli lingkungan. Untuk mencapainya hal itu, sekolah memberikan fasilitas kelas unggulan, mapel life skill dan belasan ekstrakurikuler.

Kepala SDIT Umar bin Khathab (UBK), Agustina Lilik menyebutkan, alim mencakup berilmu akademik dan non akademik. Diiringi dengan jiwa mandiri yang mampu bertanggungjawab dan mampu mengayomi diri sendiri serta memberikan kebermanfaatan buat orang lain.

“Alim dipraktikan melalui transfer knowledge dan beragam ekstrakurikuler di SDIT UBK. Para siswa yang punya bakat dilatih oleh guru untuk mengikuti even lomba,” ujarnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Unwahas Luluskan 650 Mahasiswa dari Berbagai Jurusan

Terdapat 13 lebih ekstrakurikuler yang ada di SDIT UBK. Diantaranya angklung, tari, qira, hifdzhil quran, coding, science, english speech, kaligrafi, menggambar. Kemudian di bidang olahraga ada ekstra panahan, renang, futsal, karate, pencaksilat, hockey, dan badminton.

“Kami buka di masing-masing ekstra dengan kuota 25 siswa. Yaitu dengan mendaftar mulai dari kelas 2,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Lilik, untuk merealisasikan visi mandiri, SDIT UBK memiliki program mapel life skill untuk kelas satu hingga tiga. Mereka diajarkan teletraining, merapikan tempat tidur, mengenal sampah dan mengolahnya. Termasuk hal-hal kecil diantaranya memasang  kancing, menyapu, menjahit sederhana, menyuci, melipat baju.

Baca juga:  45 Mahasiswa Upgris Lulus tanpa Skripsi

“Penanaman karakter ini kemudian dilanjutkan di rumah masing-masing. Dengan membangun sinergitas dengan orang tua. Selain mengajarkan mandiri, anak-anak terbiasa tidak bergantung pada bahan elektronik dan orang tua,” imbuhnya.

Pada 2024 ini, SDIT UBK berencana membuka tiga kelas unggulan. Yaitu kelas tahfidz, kelas bahasa dan kelas science IT. Nantinya, kelas unggulan tahfidz dibagi sesuai dengan kebutuhan.

“Jika standar Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia adalah minimal hafal 2 juz. Maka di UBK siswa diberikan bekal hafalan 5 juz,” bebernya.

Yang kedua, kelas unggulan bahasa. Dengan target pencapaian anak-anak berbahasa inggris secara aktif. Ini juga melanjutkan program pekan tiga bahasa. Inggris, Arab dan Jawa.

Baca juga:  SD Muhammadiyah BW Kudus Jalin Kerja sama dengan IISM

“Melalui kelas ini, kami menyiapkan anak-anak yang hidup di zamannya. Yaitu sesuai perkembangan teknologi dan hidup di globalisasi,” imbuhnya.

Pada kelas unggulan science dan IT, anak-anak diajarkan semacam penelitian sederhana. Sehingga memiliki kemampuan sains dan sosialnya dengan peduli lingkungan.

“Sistemnya, pemilihan kelas akan disesuaikan dengan kemampuan anak-anak melalui observasi selama tiga bulan. Setelah ada penjurusan seperti ini, tantangannya harus menyediakan kompetensi atau SDM gurunya,” paparnya

Selain itu, dibutuhkan sinergitas dan komitmen karena untuk meraih kesuksesan anak, orang tua dan siswa harus berkolaborasi. (cr1/fat)